Latest Program: Epidemiolog serukan edukasi masif manfaat vaksin cegah anti-vaksinasi

Epidemiolog serukan edukasi masif manfaat vaksin cegah anti-vaksinasi

Bandarlampung – Ismen Mukhtar, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Lampung, mengatakan bahwa untuk mengurangi keengganan masyarakat terhadap vaksinasi, diperlukan pengembangan edukasi yang lebih luas tentang manfaat vaksin bagi kesehatan anak. Ia menekankan bahwa masyarakat perlu memahami peran vaksin dalam melindungi anak-anak dari penyakit menular.

Penyebaran narasi anti-vaksin di media sosial

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, narasi penghindaran vaksin sering kali muncul di platform media sosial. Hal ini, menurut Ismen, membahayakan kesehatan karena memicu keraguan terhadap keefektifan vaksin. “Narasi seperti ini menghambat kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi,” ujarnya.

“Terkadang, narasi anti-vaksin dibangun melalui kejadian tertentu, seperti efek demam setelah pemberian vaksin hanyalah respons tubuh yang normal. Juga ada kasus kejang yang dianggap sebagai dampak negatif vaksin, padahal virus bisa sudah menginfeksi jauh sebelum vaksinasi. Masyarakat perlu dijelaskan bahwa efek ini adalah bagian dari proses imunisasi,” terang Ismen.

Pentingnya kekebalan kelompok

Ismen menambahkan bahwa edukasi tentang mekanisme vaksin dan manfaatnya menjadi kunci dalam memperkuat kepercayaan publik. “Jika orang tua menolak vaksinasi, mereka harus menyadari bahwa anak-anak yang telah divaksinasi sebelumnya memberikan perlindungan kepada si kecil yang belum menerima vaksin,” tutur dia.

“Program vaksinasi membentuk kekebalan kelompok, atau herd immunity, yang melindungi anak-anak yang belum divaksinasi dari paparan virus. Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi, individu rentan tetap terlindungi meski tidak mendapatkan vaksin langsung,” jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat lebih selektif dalam mengakses informasi terkait vaksin. “Jangan menunggu anak sakit baru menyadari pentingnya vaksinasi. Lebih baik mencegah dengan segera membawa balita ke layanan imunisasi,” pungkas Ismen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *