Latest Program: Gubernur Jabar: Budaya harus jadi identitas ekonomi Cirebon
Gubernur Jabar: Budaya harus jadi identitas ekonomi Cirebon
Kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke Kabupaten Cirebon pada hari Kamis menyoroti peran penting budaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan bahwa budaya tidak hanya sebatas warisan, melainkan harus dimanfaatkan sebagai daya tarik yang aktif dan bernilai ekonomis.
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa daerah yang mampu membangun citra berbasis budaya akan memiliki keunggulan dalam kompetisi. Menurutnya, jika budaya bisa diintegrasikan secara baik, kota tersebut akan berkembang menjadi daerah yang makmur. “Budaya harus diubah menjadi identitas dan pendorong ekonomi,” ujarnya.
Potensi Budaya Cirebon
Dalam wawancara, gubernur menyebutkan bahwa Cirebon memiliki potensi besar dalam aspek budaya, yang bisa dijadikan pondasi pembangunan. Ia menekankan pentingnya melestarikan dan mengoptimalkan warisan sejarah, seperti keberadaan keraton sebagai pusat peradaban.
Ketika budaya bisa diartikulasikan dengan baik, sebuah daerah akan tumbuh menjadi kabupaten yang kaya,” katanya.
Dedi juga menyoroti peran arsitektur tradisional khas Cirebonan serta peningkatan nilai sejarah tokoh-tokoh legendaris seperti Sunan Gunung Jati. Ia menyatakan bahwa hal ini menjadi fondasi penting dalam membentuk identitas daerah.
Lebih lanjut, gubernur menekankan pentingnya mengembangkan karakter masyarakat untuk mendukung pengelolaan pariwisata. Ia mengambil contoh Yogyakarta dan Bali yang sukses membangun citra berbasis budaya.
Dedi juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi saat ini fokus pada pemerataan infrastruktur jalan, yang rencananya selesai pada 2026. Setelah itu, kata dia, pembangunan akan diarahkan pada peningkatan branding wilayah dengan pendekatan budaya, termasuk perbaikan kawasan perkotaan di Cirebon.
Refleksi dari Bupati Cirebon
Bupati Cirebon, Imron, mengatakan perayaan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon bukan sekadar acara seremonial, melainkan kesempatan untuk merefleksikan arah pembangunan. Ia menambahkan bahwa momen tersebut digunakan untuk mengevaluasi pencapaian dan merumuskan strategi ke depan.
“Nilai-nilai yang diwariskan para leluhur harus tetap dijaga dan diintegrasikan dalam pembangunan modern,” ucap dia.