Latest Program: Kodam Radin Inten terus akselerasi infrastruktur di Lampung
Kodam Radin Inten Lanjutkan Peningkatan Infrastruktur di Lampung
Di Bandarlampung, Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengungkapkan bahwa jajaran TNI Angkatan Darat terus mendorong proyek pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan, serta inisiatif inovasi untuk meningkatkan ketahanan pangan. Ini bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah terpencil Provinsi Lampung.
“TNI AD berkomitmen untuk berada di tengah masyarakat, memberikan solusi konkret, baik melalui pengembangan akses transportasi maupun penguatan sektor pangan,” jelasnya.
Menurut Mayjen Kristomei, Kodam XXI/Raden Inten telah menyelesaikan sejumlah proyek jembatan penting dengan waktu pengerjaan yang relatif singkat. Contohnya, Jembatan Sukoharjo di Pringsewu selesai dalam satu bulan, sedangkan Jembatan Kulumbayan tuntas dalam tujuh hari.
Ekspansi Jembatan untuk Mengurangi Keterisolasian
Saat ini, Kodam Radin Inten sedang mempercepat pembangunan dua jembatan tambahan, termasuk di kawasan Way Hulu, Kabupaten Lampung Selatan. Proyek ini bertujuan membuka keterisolasian antar desa, memudahkan akses pendidikan, dan mempercepat distribusi hasil pertanian.
“Akses infrastruktur yang memadai menjadi faktor utama penggerak perekonomian desa, sehingga distribusi hasil bumi yang lancar akan langsung meningkatkan kesejahteraan warga,” imbuhnya.
Kolaborasi Riset untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Di samping proyek fisik, Mayjen Kristomei menekankan pentingnya kegiatan inovatif di bidang pertanian. TNI AD bekerja sama dengan akademisi untuk menguji varietas padi yang lebih menghasilkan. Profesor dari universitas di Salatiga turut terlibat dalam memastikan program ini didasari riset yang memadai.
“Riset ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen gabah hingga 10 hingga 15 ton per hektare, dibandingkan rata-rata 5 hingga 7 ton saat ini,” kata dia.
Dengan realisasi potensi tersebut, Lampung diperkirakan bisa menjadi sentra pangan yang kuat. Mayjen Kristomei menambahkan bahwa partisipasi TNI dalam bidang pangan dan infrastruktur adalah upaya untuk memastikan stabilitas keamanan wilayah.
“Stabilitas nasional tergantung pada kebutuhan dasar masyarakat, maka prajurit diminta bekerja profesional dan menjaga integritas tanpa menerima imbalan apa pun dari masyarakat,” tegasnya.