Main Agenda: BRIN dorong peran komunitas dalam transformasi pemulihan pascabencana
BRIN dorong peran komunitas dalam transformasi pemulihan pascabencana
Jakarta – Ali Yansyah Abdurrahim, Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, menekankan pentingnya melibatkan sumber daya lokal dalam upaya pemulihan pasca-bencana. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan kapasitas yang mereka miliki dapat mempercepat serta memperkuat proses pemulihan. “Efektivitas pemulihan sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam memanfautkan kapasitas yang dimiliki,” kata Ali dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Optimalkan Kapasitas Lokal sebagai Fondasi Krisis
Ali menilai sistem sosial dan ekonomi di tingkat lokal harus ditingkatkan agar menjadi dasar kuat menghadapi berbagai situasi krisis. “Pemulihan perlu memastikan bahwa kapasitas yang sudah hidup di masyarakat bisa dioptimalkan sebagai kekuatan utama dalam mengatasi situasi darurat,” tambahnya.
“Pendekatan ini menekankan bahwa setiap komunitas memiliki modal yang bisa diaktivasi, bukan hanya menunggu bantuan eksternal,” lanjut Armansyah.
Armansyah, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN, menjelaskan metode Asset-Based Community Development (ABCD) memungkinkan identifikasi dan pemanfaatan berbagai sumber daya yang ada di tingkat lokal. Metode ini mencakup aspek manusia, sosial, alam, fisik, dan finansial, yang diintegrasikan dalam satu kerangka kerja yang solid. Data dikumpulkan melalui observasi di lapangan, transect walk, diskusi kelompok terarah, serta wawancara dengan masyarakat yang terdampak.
Pemetaan sumber daya ini menjadi dasar untuk memahami bagaimana aset dapat dimanfaatkan mulai dari fase respons darurat hingga pemulihan jangka panjang. Pada tahap awal bencana, respons masyarakat seringkali dipicu oleh jaringan sosial. Hubungan keluarga, relawan lokal, dan solidaritas komunitas menjadi mekanisme utama dalam mempertahankan kehidupan, seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera Barat dan Aceh.
Dalam skala nagari dan gampong, jaringan internal dan eksternal digunakan untuk mempercepat distribusi bantuan, sementara pengetahuan lokal turut berperan dalam pengelolaan pangan, perlindungan sumber daya, hingga strategi adaptasi terhadap risiko bencana. Selain itu, basis penghidupan masyarakat, seperti lahan pertanian, kebun, dan akses air, menjadi penopang utama aktivitas ekonomi, khususnya ketika dikembangkan melalui diversifikasi mata pencaharian berbasis komunitas.
“Aset komunitas yang ada tidak hanya menjadi penopang saat krisis, tetapi juga dapat menjadi penggerak utama dalam proses pemulihan jangka panjang,” tutur Armansyah.