Main Agenda: Mendikdasmen dorong siswa bersepeda ke sekolah
Mendikdasmen dorong siswa bersepeda ke sekolah
Semarang – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong siswa untuk bersepeda ke sekolah sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan efisiensi energi. Pernyataan ini disampaikannya saat meresmikan SMA Saintek Ahmad Dahlan di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin lalu. Acara tersebut juga dihadiri dalam peresmian revitalisasi 17 institusi pendidikan lainnya di kota tersebut.
“Kami sedang mengembangkan konsep sekolah ASRI, yang berarti aman, sehat, resik, dan indah. Untuk mewujudkan hal itu, perlu dimulai dari level kecil, yaitu mendorong kesadaran siswa agar mencintai lingkungan dan membiasakan pola hidup hemat energi,” ujarnya.
Peluncuran program bersepeda ke sekolah di Kota Salatiga menjadi langkah konkret dalam mengubah kebiasaan transportasi para murid. Di Kabupaten Semarang, pihaknya juga membagikan sepeda kepada anak-anak sebagai upaya menumbuhkan kebiasaan tersebut.
“Gerakan ini juga bertujuan mendorong orang tua memberi kesempatan anak-anak yang sudah dewasa untuk berangkat sendiri, tanpa perlu diantar. Hal ini penting karena penggunaan mobil oleh orang tua bisa berkontribusi pada kemacetan dan polusi udara,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMA Saintek Ahmad Dahlan Salatiga, Sutomo, menyatakan siap menerapkan rekomendasi Mendikdasmen. “Kita akan mengadopsi program pemerintah agar siswa terbiasa bersepeda. Insya Allah, para guru juga siap mendukung pelaksanaannya,” tuturnya.
Terkait penggunaan pendingin udara (AC), Sutomo menjelaskan bahwa perangkat akan dioperasikan secara fungsional pada jam tertentu. “AC akan digunakan hanya di waktu-waktu yang dibutuhkan, misalnya dari pagi hingga pukul 10.00-11.00 tidak perlu dihidupkan,” katanya.
Infrastruktur dan kapasitas sekolah
SMA Saintek Ahmad Dahlan Salatiga memiliki daya tampung sebanyak 144 siswa, terbagi dalam empat kelas dengan masing-masing 36 siswa. Proyek revitalisasi sekolah ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dan kesehatan siswa.