Meeting Results: Buku Sejarah Islam Kaltim berikan pesan merawat toleransi
Buku Sejarah Islam Kaltim berikan pesan merawat toleransi
Samarinda menjadi tempat peluncuran karya sejarah yang berjudul Sejarah Islam di Kalimantan Timur: Empat Setengah Abad Jaringan Dakwah, Ulama, dan Peradaban dari Kerajaan hingga Republik. Buku ini disebut sebagai sarana untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga toleransi dalam keberagaman.
“Pelajaran dari para tokoh yang hidup di masa lalu mampu menciptakan harmoni dalam kehidupan masyarakat,” kata Muhammad Sarip, sejarawan yang juga penulis buku ini.
Penulis Buku dan Tujuan
Sarip menyatakan bahwa literatur sejarah yang menggambarkan perjalanan Islam di Kaltim belum diperbarui dalam tiga dekade terakhir. Buku ini, lanjutnya, membahas seluruh aspek perkembangan agama selama empat setengah abad, mulai dari tahun 1575 hingga 2025.
Untuk memastikan aksesibilitas, naskah sejarah tersebut akan disebarkan ke perpustakaan daerah, terutama guna membantu generasi muda memahami nilai-nilai yang diwujudkan oleh para ulama di wilayah tersebut.
Proses Penyusunan
Pembuatan buku membutuhkan waktu tiga bulan, dengan melibatkan diskusi intensif dan penulisan terstruktur oleh tim ahli. Proyek ini didukung oleh Pusat Studi Lokal Komunitas Samarinda Bahari serta data deskriptif dari keluarga keturunan tokoh agama.
Tim penyusun juga menyadari bahwa karya manusia pasti memiliki kelemahan. Mereka terbuka terhadap masukan pembaca untuk memperbaiki konten buku.
Konferensi Internasional dan Harapan
Prof Abdunnur, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kaltim, mengatakan bahwa buku ini bisa menjadi inspirasi bagi Generasi Emas 2045. Menurutnya, ajaran Islam yang masuk ke Kaltim mengutamakan penghormatan terhadap perbedaan sebagai prinsip sosial.
“Interaksi antara nilai agama dengan dinamika budaya lokal Kaltim membentuk fondasi harmonisasi masyarakat hingga kini,” ujarnya.
Abdunnur menekankan bahwa ajaran yang diperkenalkan para ulama dulu menekankan keadilan antar manusia, tanpa memperhatikan ras, suku, atau agama. Buku ini akan dipresentasikan oleh Universitas Mulawarman dalam konferensi Konsortium Universitas Borneo (KUUB) Juli 2026.
Konferensi KUUB merupakah forum global yang mengumpulkan perwakilan perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Abdunnur berharap buku ini menjadi sumber rujukan untuk memahami dinamika Islam di Kalimantan secara lebih mendalam.