Meeting Results: Kemensos: Puluhan ribu pekerja terlibat bangun Sekolah Rakyat permanen

Kemensos: Puluhan Ribu Pekerja Bangun Sekolah Rakyat Permanen

Jakarta – Kementerian Sosial yakin proyek pembangunan Sekolah Rakyat permanen akan selesai sesuai rencana, dengan dukungan tenaga kerja yang cukup besar. Pekerja terlibat di lebih dari 100 lokasi, bahkan di beberapa titik jumlahnya mencapai ratusan orang, sehingga total sekitar 60 ribu tenaga kerja berpartisipasi dalam proyek tersebut, menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada Senin.

Progres Fisik dan Kolaborasi

Pembangunan Sekolah Rakyat berlangsung di bawah pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dengan Kemensoh berperan dalam koordinasi kesiapan operasional. Progres konstruksi di sejumlah lokasi kini mencapai 20 hingga 30 persen, berkat kerja sama antara kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, ungkapnya.

“Pembangunan dilakukan setelah melalui rapat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk memastikan kesiapan lahan yang telah dinyatakan tanahnya clear and clean, dibangun,” tambahnya.

Target dan Penggunaan Sekolah

Sekolah Rakyat permanen diharapkan selesai pada akhir Juni 2026, sehingga siap digunakan Juli 2026 untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Selain itu, Kemensos juga sedang menyiapkan proses penerimaan calon peserta didik berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan program tepat sasaran kepada keluarga kurang mampu.

Program Prioritas dan Model Pemadukan

Sekolah Rakyat merupakan inisiatif utama Presiden Prabowo Subianto, bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga Desil 1-4 (tingkat kesejahteraan terendah) melalui DTSEN. Model ini dirancang sebagai strategi pengentasan kemiskinan terpadu, menggabungkan program unggulan seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah.

Saat ini, Kemensos melaporkan telah menyiapkan 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan di 38 provinsi, dengan kapasitas 15.900 siswa. Proyek ini didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Tahun ini, pemerintah membangun 101 Sekolah Rakyat permanen, sebagai bagian dari target total 500 sekolah selesai hingga 2029.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *