Meeting Results: KP2MI dorong kampus ciptakan mahasiswa calon pekerja migran terampil
KP2MI Dorong Kampus Latih Mahasiswa Jadi Pekerja Terampil untuk Ekspor Tenaga Kerja
Jakarta, 2023
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil yang siap ditempatkan di luar negeri. Upaya ini dilakukan dengan menggalakkan inisiatif di sektor perguruan tinggi, yaitu melalui pembentukan pusat layanan migran atau migrant center. Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto, dalam kegiatan penguatan Career Development Center (CDC) di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa peran universitas sangat krusial dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kemampuan diakui secara internasional.
“Kampus sebenarnya sudah memiliki sarana pengembangan karir masing-masing, seperti CDC. Dengan memanfaatkan potensi tersebut, perguruan tinggi bisa menciptakan lingkungan yang mendorong mahasiswa menjadi calon tenaga kerja migran berkualitas,” ujar Dwi Setiawan Susanto.
Menurut Dwi, pemerintah memiliki rencana jangka panjang hingga 2026 untuk menempatkan sebanyak 500.000 pekerja terampil ke berbagai negara. Target ini memerlukan persiapan yang spesifik di tingkat pendidikan tinggi, karena standar kompetensi di luar negeri mencakup keahlian teknis, kemampuan berbahasa asing, dan adaptasi budaya lintas negara.
Ia menekankan pentingnya penggabungan antara pendidikan akademik dengan sertifikasi keterampilan berstandar internasional. “Dengan kombinasi ini, calon pekerja migran Indonesia bisa meningkatkan daya saing di pasar global,” tambah Dwi.
Sektornya yang menjadi fokus utama, kata Dwi, mencakup kesehatan, pelayanan (hospitality), manufaktur, perkebunan, dan kehutanan. “Indonesia memiliki keunggulan di bidang perkebunan, hampir tidak ada negara lain yang bisa menyaingi. Dengan mengembangkan peluang kerja di sektor medium dan high skill, kampus perlu membangun akses yang lebih luas ke industri,” jelasnya.
Pendapat Wakil Menteri Pendidikan Tinggi
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menyetujui langkah ini sebagai strategi efektif dalam menciptakan peluang kerja bagi lulusan dalam negeri. “Membuat kampus menjadi pusat layanan tenaga kerja ke luar negeri membutuhkan transformasi cara berpikir yang lebih global,” kata Fauzan.
“Apabila ekspor tenaga kerja menjadi bagian dari iklim akademik, akan lebih menarik bagi mahasiswa dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pengembangan diri,” tambah Fauzan.