Meeting Results: PBNU sebut kunjunganke tiga kedubes untuk dorong perdamaian Timteng

PBNU sebut kunjungan ke tiga kedubes untuk dorong perdamaian Timteng

Kunjungan diplomatik di Jakarta

Jakarta – Ulil Abshar Abdalla, ketua PBNU, menyampaikan bahwa lembaga tersebut melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Iran, Arab Saudi, dan Amerika Serikat dalam beberapa minggu terakhir. Tujuan utamanya adalah mendorong perdamaian di kawasan Timur Tengah (Timteng). Ulil menjelaskan bahwa bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, timnya bertugas menyampaikan harapan serta mengeksplorasi informasi resmi mengenai peristiwa konflik.

“PBNU sebagai institusi melakukan diplomasi yang sifatnya lembut, yang dilakukan oleh Gus Yahya bersama rekan-rekan dari PBNU,” ujarnya dalam diskusi dan peringatan Harlah Lakpesdam PBNU di Jakarta, Selasa.

Ulil juga menyoroti kekisruhan di media sosial yang memperkenalkan narasi negatif terkait aktivitas tersebut. Salah satu topik yang diperdebatkan adalah anggapan bahwa PBNU diberi instruksi oleh pihak tertentu dalam menyampaikan pandangan mengenai konflik. “Framing-framing ini beredar di media sosial, saya sudah memberikan klarifikasi, tapi namanya black campaign tentu saja masih berkembang hingga kini,” tambahnya.

Menurut Ulil, PBNU bersikeras agar perang di Timteng segera berakhir melalui jalur negosiasi. Ia menegaskan bahwa konflik memengaruhi berbagai wilayah, termasuk masyarakat global dan Indonesia. Di samping itu, ia memuji langkah pemerintah Indonesia dalam mengendalikan kenaikan harga minyak meskipun berdampak pada beban subsidi negara.

“Kita hari ini mungkin masih merasa sedikit beruntung karena pemerintah berhasil menahan kenaikan harga minyak. Meski itu dengan sangat berat beban fiskalnya, karena menambah subsidi yang sangat besar,” kata Ulil.

Ulil menilai konflik di kawasan tidak akan berlangsung lama. Ia menyebut Iran sudah siap menghadapi kemungkinan perang berkepanjangan, tetapi Amerika Serikat dan Israel memiliki batasan, terutama dari tekanan internal. Selain itu, ia juga menyebut perubahan dinamika politik di AS, termasuk penurunan popularitas Donald Trump menjelang pemilu.

“Saya melihat konflik ini tidak akan berlangsung lama. Akan ada upaya untuk segera mengakhirkannya tanpa kehilangan wajah,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *