Nelayan asal Malteng ditemukan di Perairan Pulau Misol
Nelayan asal Malteng ditemukan di Perairan Pulau Misol
Satu hari setelah dilaporkan menghilang kontak, nelayan dari Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas di wilayah Perairan Desa Yelu, Pulau Misol, Kabupaten Raja Ampat. Menurut pernyataan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, nelayan bernama Roni Fatubun (40) pertama kali ditemukan oleh warga setempat pada Sabtu, 11 April 2026, sekitar pukul 18.00 WIT.
“Nelayan yang diketahui bernama Roni Fatubun (40) ini awalnya ditemukan dan diselamatkan masyarakat sekitar Perairan Desa Yelu bersama perahu panjang (longboat) miliknya pada Sabtu, (11/4) sekitar pukul 18.00 WIT,”
Sesudah ditemukan, korban langsung dibawa ke Pos Patroli Laut TNI AL di Pulau Misol untuk mendapatkan perawatan. Pencarian terus berlanjut hingga hari kedua, dengan Tim SAR Gabungan menggunakan RIB untuk menelusuri titik koordinat tertentu sejak pukul 07.00 WIT.
“Upaya pencarian korban pada hari kedua oleh Tim SAR Gabungan kembali dilanjutkan. Sejak pukul 07.00 WIT Tim SAR Gabungan dikerahkan menggunakan RIB menuju sejumlah titik koordinat guna melaksanakan pencarian,”
Sejam setelah berita diterima, Kapolsek Wahai (Pulau Seram) melaporkan bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan sedang menjalani perawatan. Koordinasi dengan keluarga pun dilakukan, yang sejak beberapa hari lalu turut ambil bagian dalam upaya pencarian.
“Alhamdulillah kini pihak keluarga sudah tiba di Pos Patroli TNI AL untuk menjemput korban kembali ke Dusun Parigi,”
Dalam perjalanan kembali ke Pulau Seram, korban dan keluarganya tiba dengan selamat pada pukul 17.00 WIT di Dusun Parigi. Informasi awal mengenai kondisi darurat diterima oleh Unit Siaga SAR Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur pada Sabtu, 11 April 2026, pukul 13.20 WIT. Dalam laporan, Roni Fatubun diberangkatkan dari Pulau Misol ke Kabupaten SBT pada 9 April sekitar pukul 15.00 WIT, namun belum tiba di tempat tujuan hingga 10 April.
Operasi SAR melibatkan berbagai lembaga, seperti Basarnas, Polairud, TNI AL, dan warga sekitar, untuk menyelesaikan kasus ini.