New Policy: BGN: MBG segar dibagi 5 hari untuk anak sekolah, 3T diberi MBG kering
BGN: MBG segar dibagi 5 hari untuk anak sekolah, 3T diberi MBG kering
Jakarta – Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyediakan makanan segar secara berkala untuk anak sekolah. Sementara itu, daerah yang sulit dijangkau secara geografis—tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)—menerima bahan pangan kering sebagai alternatif.
“Makanan segar disediakan lima kali seminggu bagi peserta program sekolah. Di wilayah 3T, kami berikan makanan kering yang tidak memerlukan proses pengolahan rumit, seperti susu, roti, dan buah-buahan yang lebih tahan lama,” jelas Nanik.
Adaptasi untuk Wilayah Sulit Dicapai
Distribusi bahan pangan kering di 3T diterapkan untuk menjaga kualitas dan kesegaran makanan, sekaligus mempertimbangkan efektivitas logistik. Nanik menambahkan, kebijakan ini merupakan upaya menyesuaikan dengan keterbatasan infrastruktur, akses distribusi, serta fasilitas penyimpanan di daerah tersebut.
“Dengan memilih makanan kering, kami memastikan peserta MBG tetap menerima asupan gizi yang layak, meskipun berada di lokasi dengan tantangan distribusi,” ucapnya.
Kebijakan untuk Kelompok Berisiko
Untuk kelompok berisiko seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), mekanisme pendistribusian tetap berjalan normal hingga hari Sabtu. “Pendistribusian untuk 3B dilakukan sesuai protokol yang berlaku, tanpa perubahan jadwal,” tambah Nanik.
BGN menegaskan bahwa seluruh skema distribusi mengacu pada standar gizi nasional dan prinsip keamanan pangan. Hal ini dilakukan agar Program MBG tetap efektif dan tepat sasaran, terutama dalam mencakup peserta yang berada di daerah terpencil.