New Policy: Kemarin, bansos cair bulan ini hingga edaran pembelajaran hemat energi

Pencairan Bansos dan Edaran Pembelajaran Hemat Energi

Jakarta – Beberapa berita humaniora menarik terjadi pada Rabu (1/4) dan bisa dibaca kembali sebagai ringkasan kejadian untuk mengawali hari ini. Diantaranya, penyaluran bantuan sosial (bansos) pada bulan ini serta pengaturan pembelajaran hemat energi di sekolah.

1. Kemensos: Bansos Triwulan II Dimulai Pekan Kedua April

Kementerian Sosial mengonfirmasi bahwa distribusi bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) triwulan kedua dimulai pada pekan kedua April 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan percepatan ini didorong oleh pembaruan data penerima berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini diterima lebih awal dibandingkan masa sebelumnya.

“Sekarang setiap tanggal 10 kami menerima hasil pemutakhiran data dan itu menjadi dasar dalam penyaluran bansos setiap bulannya. Jadi untuk triwulan kedua ini (cair) dimulai pekan kedua April,” ujar Menteri Sosial.

2. BPS: 3.934 Penerima Bantuan Iuran JKN Meninggal

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan temuan 3.934 individu peserta BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang meninggal dunia. Temuan ini hasil dari pemeriksaan lapangan tahap awal terhadap 106.153 penerima PBI JKN yang sebelumnya telah diaktifkan.

“Ya, dari hasil ground check kami menemukan 3.934 individu yang sudah meninggal dunia,” katanya.

3. BGN: 1.256 SPPG di Indonesia Timur Disetop Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Indonesia Timur sejak 1 April 2026. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN Rudi Setiawan menjelaskan tindakan ini karena SPPG belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh SPPG benar-benar memenuhi standar, baik dari sisi keamanan pangan maupun pengelolaan limbah. Ini penting untuk melindungi kesehatan para penerima manfaat,” ujar Rudi.

4. BRIN: Ubi Kayu Berpotensi Jadi Sumber Pendapatan Berkelanjutan

Profesor Riset Ilmu Ekonomi Pertanian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Robert Asnawi menyoroti ubi kayu sebagai bahan yang bisa menjadi pengganti pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Lebih dari 80 persen hasil ubi kayu di Indonesia masih dijual dalam bentuk segar, yang menurutnya memberi peluang besar untuk peningkatan nilai tambah.

“Hal tersebut, seharusnya mengakibatkan ubi kayu memiliki peluang besar untuk menjadi substitusi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.

5. Kemendikdasmen: Surat Edaran Atur Pembelajaran Hemat Energi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2026 untuk memastikan pembelajaran tatap muka berjalan normal sekaligus mendukung kebijakan penghematan energi. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa edaran ini bertujuan memaksimalkan pencapaian belajar serta memperkuat nilai karakter di sekolah.

“Pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas. Di saat yang sama, kami mendorong satuan pendidikan untuk berperan aktif dalam mendukung efisiensi energi melalui pembiasaan perilaku hemat dan ramah lingkungan,” kata Mendikdasmen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *