New Policy: Mendes minta wali nagari se-Pariaman identifikasi potensi desa

Mendes minta wali nagari se-Pariaman identifikasi potensi desa

Dari Jakarta – Yandri Susanto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), menegaskan pentingnya para wali nagari di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengenali keunikan wilayah mereka. Hal ini dilakukan guna memacu pertumbuhan ekonomi lokal melalui inisiatif yang bersumber dari potensi desa itu sendiri. “Wali nagari wajib mampu mengenali berbagai potensi yang ada di desa karena hal ini mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” papar Mendes, seperti diungkapkan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Potensi pertanian sebagai penggerak perekonomian

Kebutuhan identifikasi potensi lokal, menurut Mendes, menjadi fokus utama dalam pengembangan komoditas unggulan. Ia mencontohkan sejumlah bahan pokok seperti lele, ikan nila, ayam petelur, serta jagung yang bisa dikembangkan menjadi sumber daya ekonomi. “Kemampuan desa dalam memanfaatkan sumber daya alam bisa menjadi jalan untuk menguatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dalam pertemuan dengan seluruh wali nagari se-Kabupaten Padang Pariaman pada Jumat (3/4), Mendes juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan warga desa. Ia mengingatkan bahwa hasil produksi tidak hanya harus memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga bisa diarahkan ke pasar nasional dan internasional. “Kami telah meluncurkan program desa ekspor yang bertujuan memperluas akses ke pasar luar,” ujarnya.

Transparansi dalam pengelolaan bantuan

Mendes PDT menekankan tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola bantuan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, tujuan utama dari bantuan adalah agar manfaatnya bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat dan lingkungan sekitar. “Kami ingin pastikan bantuan tidak hanya menjadi simbol, tetapi memberikan dampak konkret,” tegasnya.

Wali nagari diminta aktif sampaikan aspirasi

Selama pertemuan tersebut, anggota DPR RI Arisal Aziz mengajak wali nagari untuk memanfaatkan kesempatan bertemu dengan Mendes. “Kami membuka ruang bagi bapak-bapak untuk bertanya langsung dan menyampaikan keinginan mereka,” kata Arisal.

“Pak Wali nagari harus bisa mengidentifikasi potensi-potensi yang ada di desa karena itu semua dibutuhkan oleh program MBG. Harus mampu mendorong masyarakat desa untuk fokus budidaya itu,”

“Jadi, di kami ada program desa ekspor yang sudah banyak kami launching, kami lepas ke negara-negara tujuan,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *