New Policy: Sebanyak 18.215 riset kampus raih pendanaan total Rp1,7 triliun
Penelitian Kampus Dapat Dana Total Rp1,7 Triliun
Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa sebanyak 18.215 proyek penelitian dari seluruh Indonesia berhasil meraih pendanaan total sebesar Rp1,7 triliun. Dana ini diperuntukkan untuk mendukung kegiatan riset dan pengembangan di berbagai institusi pendidikan tinggi, serta mendorong inovasi yang berdampak nyata.
“Selamat kepada seluruh penerima. Ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi luar biasa dalam menyiapkan diri bersama tim, berkolaborasi dengan dosen dan peneliti untuk menyiapkan proposal, melaksanakan penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sehingga menghasilkan karya riset dan inovasi yang berdampak,” kata Brian dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan sektor swasta dianggap sebagai faktor utama agar hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga diterapkan secara luas. Mendiktisaintek menekankan pentingnya sains dan teknologi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, menuju Indonesia yang mandiri dan kompetitif.
Penelitian Tersebar di 38 Wilayah
Penerima dana berasal dari dosen di 38 provinsi, dengan 40 persen di antaranya berasal dari universitas negeri dan 60 persen dari lembaga swasta. Alokasi dana terbesar dialokasikan untuk sektor kesehatan (27 persen), disusul ketahanan pangan (25 persen), hilirisasi dan industrialisasi (16 persen), serta digitalisasi (15 persen), termasuk bidang kecerdasan buatan dan semikonduktor.
Program Penelitian: 13.028 Proposal Lolos
Program Penelitian mencatat 13.028 proposal yang dinyatakan memenuhi syarat dari total 83.284 usulan, dengan total dana Rp1,04 triliun. Tujuan utamanya adalah memperkuat kemampuan riset dosen, serta mendorong penelitian dasar dan aplikatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Program Pengabdian kepada Masyarakat: 3.328 Tim Terpilih
Dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), 3.328 tim diberikan dana sebesar Rp167 miliar dari 15.728 usulan. Fokus program ini adalah pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), kelompok rentan, dan komunitas adat, dengan integrasi kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Program Hilirisasi Riset Prioritas: 925 Proposal Diterima
Program Hilirisasi Riset Prioritas menyetujui 925 proposal dari 2.488 usulan, dengan dana total Rp318 miliar. Tujuan utamanya adalah percepatan pemanfaatan hasil riset melalui hilirisasi dan transfer teknologi, serta penguatan kerja sama dengan industri, lembaga pemerintah, dan daerah.
Program Pengujian Model dan Prototipe: 354 Proposal Dikucurkan Dana
Sebanyak 354 proposal lolos dari 985 usulan dalam Program Pengujian Model dan Prototipe, dengan dana sebesar Rp46 miliar. Program ini bertujuan mengevaluasi dan memperbaiki hasil riset agar siap digunakan secara menyeluruh.
Program RIKUB: 102 Konsorsium Terima Dana
RIKUB (Riset Konsorsium Unggulan Berdampak) menetapkan 102 konsorsium sebagai penerima dana, termasuk 49 konsorsium lanjutan dan 53 proposal baru dari 565 usulan. Total dana yang disalurkan mencapai Rp62,4 miliar.
PUI-PT: 17 Pusat Unggulan Dikucurkan Dana
Kemudian, 17 Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT) diberi dana Rp7,85 miliar untuk memperkuat kapasitas riset institusi pendidikan tinggi. Program ini bertujuan mendorong pengembangan pusat-pusat unggulan.
Program Mahasiswa Berdampak: 202 Usulan Diterima
Program Mahasiswa Berdampak menerima 608 usulan, dengan 202 judul lolos dan diberi dana Rp21,9 miliar. Mahasiswa terlibat dalam proyek di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk percepatan pemulihan pasca-bencana dengan pendekatan ilmu, teknologi, dan inovasi.
Program PISN: 244 Judul Diterima Dana
Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) memberikan dana Rp17,5 miliar untuk 244 proyek, yang bertujuan memperbarui dan mengembangkan karya seni berakar pada tradisi budaya Indonesia.
Program PHC-Nusantara: 15 Riset Kolaborasi Diantara Indonesia dan Prancis
Program PHC-Nusantara menyetujui 15 proyek kolaborasi antara tim riset Indonesia dan Prancis dari total 72 usulan, dengan dana total Rp2,2 miliar. Proyek ini fokus pada pengembangan riset lintas batas.
Status dana proposal dapat dilihat melalui sistem BIMA (bima.kemdiktisaintek.go.id) oleh pengusul, dengan detail selengkapnya tersedia di platform tersebut.