New Policy: Wamen Isyana sebut pentingnya tingkatkan distribusi MBG bagi 3B
Wamen Isyana Sebut Pentingnya Peningkatan Distribusi MBG Bagi 3B
Jakarta – Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menekankan perlunya peningkatan cakupan pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B). Menurutnya, saat ini masih terdapat sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum menyalurkan manfaat program tersebut.
Langkah Strategis untuk Pencegahan Stunting
“MBG untuk 3B adalah salah satu strategi mendukung visi Presiden Prabowo mencapai Indonesia Emas 2045, khususnya dalam upaya mencegah stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” jelas Isyana dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan bahwa distribusi MBG saat ini hanya dilakukan pada Senin dan Kamis, sehingga diusulkan agar dapat disalurkan secara harian dengan menu makanan yang lebih segar dan sehat. Hal ini bertujuan mengurangi penggunaan makanan kering yang mengandung bahan ultra-proses.
Komitmen Perbaikan Tata Kelola MBG
Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemendukbangga)/BKKBN memiliki mandat dalam Perpres 115 Tahun 2025 untuk mengelola distribusi MBG bagi 3B. Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan akan ada peraturan turunan dari Perpres tersebut untuk mengoptimalkan pelaksanaan program tersebut.
“Tidak ada perubahan signifikan pada program 3B karena sudah berjalan efektif, tetapi diperlukan perbaikan terus-menerus. MBG bagi 3B sangat penting untuk membentuk masa depan anak-anak dan bangsa,” terang Zulkifli Hasan.
Progres Penyaluran MBG hingga 30 Maret 2026
Menurut Menko Pangan, hingga 30 Maret 2026, program MBG telah mencapai 38 provinsi dengan total 61.680.043 penerima manfaat. Saat ini, 26.066 SPPG beroperasi, termasuk 2.162 dapur yang ditutup sementara, 1.789 dapur di-suspend, 368 dapur dikenakan SP1, dan 5 dapur dikenakan SP2.