Official Announcement: Satgas PRR: Akses desa terisolasi pascabanjir berulang Aceh diperbaiki
Satgas PRR: Akses Desa Terisolasi Aceh Tengah Diperbaiki Usai Banjir Berulang
Banda Aceh, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) mengungkapkan tengah berupaya memulihkan akses ke lima desa yang kembali terputus setelah mengalami banjir bandang susulan. Safrizal ZA, Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, menjelaskan bahwa tim sedang fokus pada perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan di wilayah tersebut.
Peristiwa Banjir Bandang
Banjir bandang yang melanda Aceh Tengah pada Senin (6/4) mengakibatkan runtuhnya dua jembatan darurat di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, serta Desa Terang Engon, Kecamatan Silih Nara. Akibatnya, lima desa terisolasi, yaitu Terang Engon, Burlah, Buge Ara, Kekuyang, dan Bintang Pepara, mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kebutuhan pokok.
“Kita perbaiki lagi (akses jalan dan jembatan) di lima desa terisolasi di Aceh Tengah,” kata Safrizal ZA di Aceh Besar, Selasa.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia memberikan laporan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di aula The Padee Hotel, Aceh Besar. Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan longsoran di beberapa titik jalan provinsi Mendale-Bintang, Bintang-Simpang Kraft, serta jalan nasional Pameu-Genting Gerbang dan Takengon-Ise Ise.
Proses Pemulihan
Safrizal menegaskan bahwa banjir berulang menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Namun, tim yang siaga di lapangan telah segera merespons kerusakan yang terjadi. “Banjir berulang ini PR besar yang harus kita lakukan, tetapi tim PU siaga di tempat, jika ada akses yang terputus, seperti tadi malam langsung diperbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, akses ke lima desa terisolasi kini sudah dapat dilalui kendaraan kecil. Meski kendaraan berat belum bisa melewati, Safrizal menyatakan upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.