Paguyuban Lurah DIY gelar kirab budaya HUT Ke-80 Sultan HB X

Paguyuban Lurah DIY gelar kirab budaya HUT Ke-80 Sultan HB X

Yogyakarta (ANTARA News) – Paguyuban lurah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tergabung dalam Nayantaka akan mengadakan kirab budaya untuk merayakan ulang tahun ke-80 Sultan HB X, yang juga menjabat gubernur DIY, pada 2 April 2026.

“Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas kepemimpinan raja yang dinilai selalu memberikan teladan dalam melayani masyarakat,” kata Ketua Nayantaka Gandang Hardjanata di Yogyakarta, Senin.

Momen Sejarah dan Kolaborasi Masyarakat

Kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah karena belum pernah dilaksanakan sebelumnya sejak masa kemerdekaan. Menurut Gandang, perayaan ini melibatkan kerja sama antara Nayantaka dan Sekar Tejo, dengan total peserta diperkirakan mencapai 10.000 hingga 12.000 orang. Setiap kelurahan akan mengirimkan sekitar 20 hingga 30 perwakilan.

“Rombongan kirab akan dimulai dari wilayah Kota Yogyakarta, kemudian Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Para lurah dan pamong akan mengenakan busana adat Ngayogyakarta jangkep (lengkap), sementara masyarakat dianjurkan mengenakan batik atau busana adat Jawa,” katanya.

Kepemimpinan Sultan HB X dan Penyaluran Hasil Panen

Ketua Nayantaka menambahkan bahwa dalam perayaan ini, seluruh kelurahan akan membawa hasil panen sesuai potensi wilayah masing-masing. Hasil tersebut nantinya diserahkan kepada Ngarsa Dalem, kemudian didistribusikan kembali ke masyarakat yang membutuhkan melalui pemerintah daerah.

“Kami ingin menghaturkan sebagian hasil panen yang sudah dipercayakan ke tingkat kelurahan untuk digarap,” katanya.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk pengaturan lalu lintas. Beberapa ruas jalan akan ditutup untuk memastikan kelancaran kirab, khususnya di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer yang menjadi titik kumpul peserta.

“Arus masuk dari Malioboro akan kami tutup karena nanti banyak warga yang akan jalan menuju arah Keraton Yogyakarta. Meskipun titik kumpul awal start di Titik Nol, kami sudah menutup dari sisi utara, sementara dari sisi timur Jalan Senopati dan sisi barat Titik Nol juga akan ditutup,” katanya.

Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum penting yang menunjukkan hubungan erat antara masyarakat Yogyakarta dengan rajanya. “Ini sesuatu yang monumental. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dan menjadi bukti bahwa kecintaan kepada raja masih tumbuh kuat,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *