Solution For: Pemkot Bengkulu dirikan posko kesehatan di sejumlah lokasi banjir
Pemkot Bengkulu Pasang Pusat Layanan Kesehatan di Area Banjir
Kota Bengkulu menjadi fokus perhatian pemerintah setelah hujan deras mengakibatkan banjir di berbagai wilayah. Untuk memastikan kesehatan warga terjaga, Pemkot Bengkulu membangun pusat layanan kesehatan darurat di lokasi terparah. Langkah ini bertujuan mencegah risiko penyakit yang muncul akibat kondisi bencana tersebut.
“Kita telah menempatkan petugas medis di berbagai titik banjir untuk siap melayani masyarakat,” tutur Nelly Hartati, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, saat diwawancara di lokasi terdampak, Kamis.
Layanan kesehatan yang diberikan tidak dipungut biaya, sehingga masyarakat terdampak bisa memanfaatkannya secara gratis. Nelly menekankan perlunya warga mengakses posko terdekat jika mengalami gejala sakit selama masa bencana. Penyakit seperti flu, demam, malaria, dan diare menjadi prioritas yang diwaspadai.
Detail Wilayah Terdampak
Dilaporkan, banjir telah menimpa 2.688 kepala keluarga (KK) di Kota Bengkulu. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan sebagian besar wilayah terkena dampak, dengan jumlah korban bervariasi di tiap kecamatan.
Dalam Kecamatan Singaran Pati, Kelurahan Jembatan Kecil mengalami 68 rumah terendam. Sementara itu, di Kelurahan Lingkar Timur terdapat 6 KK terdampak, dan di Kelurahan Timur Indah sebanyak 30 KK. Kecamatan Muara Bangkahulu juga terkena, terutama di Kelurahan Rawa Makmur (41 KK) dan Rawa Makmur Permai (185 KK).
Kecamatan Ratu Agung menjadi area dengan dampak terbesar, dengan 238 KK di Kelurahan Tanah Patah, 745 KK di Kelurahan Tebeng, serta 80 KK di Kelurahan Sawah Lebar Baru. Di Kecamatan Ratu Samban, total 29 KK di Anggut Atas, 95 KK di Belakang Pondok, dan 84 KK di Penurunan terkena banjir.
Di Kecamatan Sungai Serut, Kelurahan Tanjung Agung terdampak dengan 281 KK atau 895 jiwa. Daerah lain seperti Sukamerindu (147 KK), Surabaya (125 KK), dan Pasar Bengkulu (19 KK) juga dilaporkan terkena. Sementara di Kecamatan Selebar, Pagar Dewa menjadi satu dari beberapa area yang mengalami kerusakan.
Sejumlah kecamatan lain, seperti Kampung Melayu dan Gading Cempaka, juga dilaporkan terkena banjir. Di Kampung Melayu, Kelurahan Muara Dua mengalami 50 warga dewasa dan lima balita terdampak. Sementara di Gading Cempaka, 60 rumah di Kelurahan Lingkar Barat serta 20 KK di Kelurahan Jalan Gedang terkena.