Special Plan: Gubernur DIY ajak masyarakat mawas diri dalam mengambil kebijakan

Gubernur DIY ajak masyarakat mawas diri dalam mengambil kebijakan

Selasa, di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak masyarakat dan pemerintah setempat untuk tetap kritis dalam menghadapi dinamika kebijakan. Ia menekankan bahwa spirit lebaran dapat menjadi pelajaran dalam menghadapi tantangan sehari-hari, serta mengingatkan pada prinsip “Mulat Sariro, Jumangkah Jantraning Laku”, yang menekankan pentingnya refleksi diri sebelum memutuskan sesuatu.

“Sudah selayaknya kita mampu berpikir jernih dan empatik, karena bagi orang-orang yang arif, ia akan takut melanggar berbagai aturan dan norma yang ada,” kata Sultan.

Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkumpul selama Ramadan perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Ia menambahkan bahwa momen syawalan bukan hanya untuk silaturahmi, tetapi juga untuk memperkuat rasa keikhlasan, kesabaran, serta kebersamaan dalam menghadapi berbagai permasalahan.

“Semangat Idul Fitri, kekusutan hubungan antarsesama akan diurai kembali. Saya berharap syawalan ini menjadi telaga spiritual yang mencerahkan hati dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan selamat lebaran dan permohonan maaf lahir batin kepada seluruh peserta kegiatan. Ia menyatakan bahwa syawalan adalah momen untuk saling mengingatkan dan mempererat persatuan dalam pembangunan daerah. Pada kesempatan tersebut, Harda juga menegaskan komitmen Pemkab Sleman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Pelayanan publik bukan hanya tugas rutin, tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong peningkatan kapasitas ASN agar menjadi insan yang profesional dan berintegritas,” imbuhnya.

Kegiatan diakhiri dengan tindakan jabat tangan antara Bupati Harda Kiswaya beserta seluruh jajaran Pemkab Sleman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, sebagai simbol harmonisasi dan sinergi antar lembaga pemerintah. Sultan menekankan bahwa kolaborasi yang solid antara daerah, provinsi, dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *