TNGR: Korban kecelakaan di jalur pendaki Gunung Rinjani dievakuasi
TNGR: Pemudik Wanita Asing dari Belgia Dievakuasi Usai Kecelakaan di Jalur Gunung Rinjani
Mataram – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan bahwa seorang wisatawan wanita yang berasal dari negara asing, Belgia, telah berhasil dievakuasi setelah mengalami kecelakaan di jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Kepala Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNGR NTB, Budi Soesmardi, kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu (4/4) di jalur turun ke Danau Segara Anak, tepatnya di Sembalun.
“Dengan kerja sama tim yang solid, korban berhasil diangkut ke shelter darurat di Pelawangan Sembalun untuk perawatan awal,” ujarnya.
Korban, JMVA (25), mengalami cedera pada pergelangan kaki yang mengakibatkan kesulitan berjalan. Setelah menerima laporan, tim evakuasi langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan guide serta porter di lapangan untuk memastikan pelayanan medis optimal. Proses penyelamatan terus berlanjut hingga korban sampai ke Puskesmas Sembalun, lalu dirujuk ke rumah sakit di Mataram untuk penanganan lebih lanjut.
“Korban telah menerima pertolongan medis,” tambah Budi.
Menurut pihak TNGR, kejadian ini menjadi peringatan penting bagi semua pengunjung untuk selalu memprioritaskan keselamatan, mempersiapkan fisik dan perlengkapan secara matang. Mereka juga mengajak masyarakat untuk tetap bijak dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Mari tetap menjaga ekosistem kawasan Gunung Rinjani,” imbuhnya.
Sebelumnya, Balai TNGR menyatakan bahwa jalur pendakian di Gunung Rinjani resmi dibuka kembali pada 1 April 2026 setelah ditutup selama hujan deras pada bulan Januari hingga Maret 2026. Penutupan sementara ini bertujuan melindungi ekosistem serta meningkatkan fasilitas pendukung untuk memastikan keselamatan pendaki.