Topics Covered: BGN pastikan rantai pasok bahan pangan MBG di Kepri optimal

BGN pastikan rantai pasok bahan pangan MBG di Kepri optimal

Kamis, dalam pertemuan konsolidasi bersama tim pelaksana, mitra, dan yayasan di Batam, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berjalan lancar. Ia menekankan bahwa seluruh pihak terlibat memiliki tanggung jawab kolektif untuk mencapai tujuan utama program, yaitu memberikan gizi yang cukup kepada kelompok rentan, seperti balita dan peserta didik.

“Kita semua pelaksana, mari fokus pada tujuan utama program ini, yaitu meningkatkan asupan gizi bagi kelompok yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Sony, MBG juga berdampak ekonomi positif bagi daerah. “Program ini tidak hanya memberikan manfaat gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan sistem distribusi bahan pangan,” tambahnya. Di Kepri, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencapai 230 unit, didukung oleh 9.044 relawan dan 509 supplier. Hingga 31 Maret 2026, realisasi penerima manfaat program MBG mencapai 579.270 orang atau sekitar 85,26 persen dari target.

Kota Batam menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, melayani 394.060 penerima manfaat melalui 135 dapur MBG. Sony menekankan perlunya perkuatan rantai pasok, terutama untuk memastikan ketersediaan bahan pangan rutin seperti beras. “Satgas MBG di tingkat kabupaten/kota harus fokus menyusun rencana pasok agar kebutuhan makanan tetap terpenuhi,” jelasnya. Contohnya, kebutuhan telur per hari untuk satu provinsi diperkirakan mencapai 120 ribu butir, dengan 200 dapur yang beroperasi.

Sony juga mengingatkan mitra program agar tidak terjadi penyimpangan, seperti kenaikan harga atau penurunan kualitas bahan makanan. “Dana yang diterima harus dikelola secara transparan, karena ini berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memastikan keberhasilan MBG. “Program ini tidak bisa berjalan sendiri, perlu kolaborasi semua pihak,” ujarnya.

“Forum ini menjadi ruang evaluasi dan perbaikan untuk langkah-langkah ke depan,” tambah Nyanyang.

Nyanyang mengapresiasi dampak positif MBG, khususnya dalam meningkatkan gizi anak dan membantu konsentrasi belajar. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut patut diacungi apresiasi, karena menunjukkan konsistensi program dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *