Topics Covered: Legislator dorong pemerataan magang Kemenaker hingga daerah TPT tinggi

Legislator Dorong Pemerataan Magang Kemenaker ke Daerah TPT Tinggi

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman mengusulkan agar jumlah peserta program magang nasional yang diadakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) diperluas ke wilayah dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tinggi. Pernyataan ini disampaikannya saat rapat kerja dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis. Menurutnya, sebaran peserta magang saat ini lebih banyak berpusat di kota besar, sehingga perlu ada penyesuaian untuk memastikan akses yang merata.

Rekomendasi Pemerataan Berdasarkan TPT

Tubagus menekankan bahwa daerah dengan TPT tinggi harus mendapatkan perhatian khusus dalam program magang. Ia menyarankan Kemenaker membuat kuota peserta magang berdasarkan angka pengangguran setiap provinsi. “Daerah yang TPT-nya tinggi, seperti Banten, perlu didorong agar peserta magang bisa berasal dari sana,” jelasnya.

“Contoh Banten. Tidak ada data publik berapa peserta dari Kota Serang, di daerah pemilihan kami, dan Kota Cilegon. Padahal, TPT cukup tinggi: Kabupaten Serang 9,18 persen, kemudian Kota Cilegon melonjak 7,4 persen. Itulah harapan kami, tentu ini adanya pemerataan untuk di daerah-daerah,” ucapnya.

Evaluasi dan Perbaikan Program

Di samping itu, Tubagus mengingatkan Kemenaker untuk meningkatkan pengumuman program magang hingga ke daerah yang akses informasinya terbatas. “Beberapa waktu lalu, banyak daerah tidak mengetahui keberadaan program ini,” tambahnya. Ia juga mengharapkan evaluasi terhadap angka pengunduran diri peserta magang serta penyerapan mereka setelah selesai.

“Penyerapan peserta pascamagang itu penting agar program ini benar-benar bisa mengurangi pengangguran, bukan sekadar menyediakan tenaga kerja murah dan menguntungkan perusahaan semata,” ujarnya.

Respons dari Menteri Ketenagakerjaan

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa pelaksanaan magang nasional 2026 akan lebih selektif. Ia menyatakan pemerataan peserta akan menjadi prioritas. “Kami akan mengatur sebaran peserta berdasarkan TPT. Tentu sesuai dengan hasil evaluasi yang akan kami lakukan,” kata Menaker.

Dalam paparannya, Yassierli mengungkapkan total peserta magang nasional sejumlah 102.696 orang. Rincian pelaksanaan terbagi menjadi tiga tahap: 14.952 peserta di tahap pertama (20 Oktober 2025–19 April 2026), 1.160 peserta di tahap lanjutan (24 Oktober 2025–23 April 2026), 62.128 peserta di tahap kedua (24 November 2025–23 Mei 2026), dan 24.456 peserta di tahap ketiga (16 Desember 2025–15 Juni 2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *