Topics Covered: Mensos: Verifikasi 98 persen dari 11 juta PBI JKN tuntas hari ini

Mensos: Verifikasi 98 Persen dari 11 Juta PBI JKN Tuntas Hari Ini

Proses Pemeriksaan Bersama BPS untuk Pastikan Akurasi Sasaran

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa verifikasi data bagi 11 juta peserta BPJS Kesehatan yang masuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) telah mencapai 98 persen pada hari ini. Pernyataan ini diungkapkan dalam konferensi pers setelah pertemuan terbatas dengan BPJS Kesehatan dan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) di Jakarta, Selasa.

“Dalam informasi yang pernah kami sampaikan, 11 juta peserta ini sedang mengalami proses validasi dan pengecekan di lapangan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Hingga hari ini, progresnya telah mencapai 98 persen,” tutur Mensos Saifullah Yusuf.

Mensos menegaskan bahwa reaktivasi peserta yang dihentikan pada Januari 2025 telah dimulai secara otomatis oleh Kemensos. Sebanyak lebih dari 106.000 orang yang mengalami penyakit berat telah kembali terdaftar. Sementara itu, data terbaru menunjukkan bahwa 246.280 penerima manfaat telah mendapatkan reaktivasi melalui Surat Keputusan (SK) di bulan Maret.

Saat ini, 276.788 penerima manfaat lainnya sedang dalam proses penerbitan SK untuk bulan April 2026. Dengan total tersebut, 5,6 persen dari 11 juta peserta atau sekitar 625.221 orang telah dipulihkan status kepesertaannya.

Dalam pernyataannya, Mensos memperingatkan bahwa status aktif kepesertaan hanya berlaku setelah SK dikeluarkan selama tiga bulan. Prioritas utama pemerintah adalah mempercepat verifikasi ini agar perlindungan kesehatan bisa diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Koreksi Data Berdasarkan Pemutakhiran DTSEN

Dalam rapat bersama pimpinan DPR RI sebelumnya, Kemensos menyebutkan masih terdapat ketidaksesuaian sasaran penerima PBI JKN setelah pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dimulai pada 2025. Menurut data, lebih dari 54 juta individu di kelompok Desil 1-5 yang seharusnya mendapat bantuan belum tercatat sebagai peserta.

Sementara itu, sekitar 15 juta orang pada Desil 6-10 serta kelompok non-desil terus dianggap sebagai penerima, meskipun kriteria mereka tidak sesuai. Kemensos menjamin bahwa individu yang memenuhi syarat akan segera dibantu setelah data sinkronisasi dengan DTSEN selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *