Topics Covered: Pemkot Mojokerto pastikan kualitas MBG terjaga pascalibur Lebaran
Pemkot Mojokerto Optimis MBG Tetap Berkualitas Pasca Libur Lebaran
Kota Mojokerto menjadi fokus pemerintah daerah dalam menjaga konsistensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah masa libur Lebaran. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan pemeriksaan langsung ke beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan standar layanan tidak terganggu. Aktivitas ini melibatkan dua lokasi, yaitu SPPG Magersari Wates dan SPPG Permata Kuwung, yang diperiksa secara bersamaan.
Pemantauan Terpadu untuk Kualitas Program
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita juga berdiskusi dengan tim pelaksana dan pihak terkait. Tujuan utamanya adalah memperkuat koordinasi dalam pengawasan MBG, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan nutrisi seimbang. “Kami ingin memastikan bahwa distribusi makanan bergizi berjalan lancar, terlebih di minggu pertama setelah libur panjang,” ujarnya.
“Kualitas program ini harus tetap dijaga agar bisa memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak-anak. Aspek kesehatan harus menjadi prioritas utama,” tambah Ning Ita.
Ning Ita menekankan pentingnya menjaga standar gizi dan jumlah porsi makanan sesuai pedoman. Ia juga meminta seluruh SPPG untuk tetap konsisten dalam menjalankan protokol yang telah ditetapkan. “Standar ini harus dipenuhi secara optimal, agar manfaat MBG benar-benar dirasakan oleh seluruh penerima,” katanya.
Kemacetan Dapur Jadi Perhatian
Dalam pemantauan hari ini, terdapat catatan perbaikan terkait efisiensi operasional dapur di salah satu SPPG. Pemkot Mojokerto mendorong pengelola untuk melakukan penyesuaian kapasitas dapur agar layanan bisa lebih higienis dan efektif. “Evaluasi ini bertujuan memperbaiki kinerja, sehingga distribusi bisa berjalan lebih baik,” ujar Ning Ita.
Dikutip dari data DinkesPPKB Kota Mojokerto, saat ini terdapat 13 SPPG yang terlibat dalam MBG. Namun, dua dari jumlah tersebut masih disuspensi operasionalnya, salah satunya karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dengan pengawasan langsung di lapangan, Pemkot Mojokerto yakin program ini akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di wilayahnya.