Alasan ban EV dan mobil konvensional didesain berbeda
Alasan Ban EV dan Mobil Konvensional Didesain Berbeda
Jakarta – Ban pada kendaraan listrik serta mobil konvensional memiliki desain yang berbeda karena kebutuhan performa yang berbeda. Faktor seperti berat kendaraan, torsi instan, dan tingkat kebisingan memengaruhi karakteristik ban EV untuk memenuhi tantangan yang unik. Ban konvensional, di sisi lain, lebih mengutamakan efisiensi bahan bakar dan daya tahan di berbagai kondisi permukaan jalan.
“Mobil listrik membutuhkan ban yang khusus dirancang untuk mengakomodasi bobot kendaraan yang lebih berat serta torsi instan tinggi,” jelas Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat. “Ban khusus ini memiliki struktur lebih kuat, sehingga mampu menahan beban dan memperpanjang usia pakai sesuai standar yang ditetapkan,” tambahnya.
Penggunaan ban konvensional di EV sering dilakukan untuk mengurangi biaya, tetapi bisa memengaruhi kinerja. Hal ini menyebabkan peningkatan rolling resistance, mengurangi efisiensi baterai, dan mengurangi jarak tempuh. Selain itu, ban standar cenderung lebih cepat rusak karena tidak disesuaikan dengan bobot dan karakteristik mesin EV.
Perbedaan Utama dalam Desain Ban
Secara umum, terdapat empat fitur utama yang membedakan ban EV dari ban mobil konvensional:
1. Jarak Tempuh Lebih Jauh
Ban EV dengan teknologi i-Super Mileage menggunakan material ProDurable yang meningkatkan ketahanan terhadap beban berat. Teknologi Round Even membantu mendistribusikan tekanan secara merata, sehingga memperpanjang umur pakai.
2. Keheningan Kabin
Untuk mengurangi kebisingan, ban EV dilengkapi teknologi i-Sound Absorber, desain tapak berbasis Opti Pitch, serta Quiet Flex Technology. Teknologi ini mampu meredam suara hingga 9 dB, menciptakan pengalaman berkendara yang lebih tenang hingga 29 persen.
3. Daya Cengkeram Optimal
Fitur i-Perfect Grip memungkinkan ban menyesuaikan torsi instan dan meningkatkan stabilitas kendaraan. Teknologi ini telah mengalami uji TÜV SÜD pada 2024, menunjukkan performa superior di kondisi jalan basah dan kering.
4. Efisiensi Daya Baterai
Material ringan pada teknologi i-Extreme Lightness mengurangi berat ban saat berputar. Dengan demikian, rolling resistance berkurang, sehingga konsumsi energi baterai menjadi lebih efisien.
Apriyanto menyarankan penggunaan ban yang sesuai untuk menjaga performa EV. Kebiasaan sederhana seperti memeriksa tekanan angin secara rutin, melakukan rotasi ban, serta menghindari akselerasi berlebihan juga penting dalam memperpanjang usia pakai dan meminimalkan keausan.