Belanda stujui sistem pengemudian otonomos Tesla
Belanda stujui sistem pengemudian otonomos Tesla
Negeri Belanda resmi menerima persetujuan untuk sistem pengemudi otonom yang dikembangkan oleh Tesla, perusahaan kendaraan listrik AS, menjadi negara Eropa pertama yang mengizinkan teknologi ini di jalan umum. Otoritas Kendaraan Belanda (RDW) menyatakan bahwa sistem tersebut telah diuji secara intensif selama lebih dari satu setengah tahun, baik di lintasan khusus maupun di jalan raya publik.
Kendaraan otonom vs. fitur bantuan pengemudi
RDW menegaskan bahwa kendaraan dengan sistem pengemudian otonom penuh (FSD) bukanlah mobil sepenuhnya mandiri, melainkan alat bantuan yang tetap memerlukan keterlibatan pengemudi. Menurut mereka, pengemudi harus tetap bertanggung jawab dan siap mengambil alih kendali kapan saja. Sistem ini memberi peringatan jika pengemudi terlihat kurang waspada, dengan mengaktifkan tanda-tanda visual atau audio.
“Sistem bantuan pengemudi ini telah diteliti dan diuji secara ekstensif selama lebih dari satu setengah tahun di lintasan uji kami dan di jalan umum,” ujar RDW. “Penggunaan sistem yang tepat bisa meningkatkan keamanan lalu lintas.”
Persetujuan sebagai langkah awal untuk Eropa
Persetujuan ini diharapkan mempercepat penggunaan teknologi otonom di wilayah lain Eropa. RDW berencana mengajukan proposal ke Komisi Eropa, yang nantinya akan menggelar voting untuk menentukan apakah sistem tersebut bisa diterapkan di seluruh blok. Sementara itu, versi FSD di Eropa menggunakan perangkat lunak yang berbeda dari AS, sehingga hasil uji coba di satu wilayah tidak bisa langsung dibandingkan dengan negara lain.
“Keselamatan lalu lintas bisa berubah. Sistem ini mencegah kesalahan manusia, tapi mungkin menghasilkan kesalahan baru yang tetap butuh intervensi manusia,” kata Marieke Martens, profesor di Universitas Teknologi Eindhoven, kepada RTL News.
Meski teknologi ini menawarkan potensi peningkatan, para ahli memperingatkan adanya risiko baru. Martens menekankan bahwa pengemudi tetap memegang tanggung jawab utama, dan sistem hanya memperkuat peran mereka, bukan menggantikan. Persetujuan Belanda dianggap sebagai langkah penting, tetapi masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut di tingkat Eropa.