Facing Challenges: Menekraf sebut sportainment jadi ekosistem ekonomi kreatif baru
Menteri Ekraf: Sportainment Sebagai Ekosistem Ekonomi Kreatif Baru
Jakarta – Dalam acara peluncuran Tim Dewa United Motorsports musim 2026 di Entertainment District PIK 2, Tangerang, Banten, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa motorsport dan sportainment memainkan peran penting dalam memperkaya industri ekonomi kreatif. Menurutnya, sektor ini tidak hanya fokus pada kompetisi balap, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas kreatif yang saling terkait.
Keterlibatan Industri Kreatif dalam Motorsport
“Di balik setiap mobil yang berlomba di lintasan, terdapat rangkaian industri yang kompleks, mulai dari desain visual, produksi barang dagangan, aktivasi merek, hingga konten digital yang dinikmati masyarakat,” terang Riefky dalam pernyataan yang disampaikan, Selasa. Ia menekankan bahwa sportainment menjadi bagian dari transformasi ekonomi kreatif Indonesia, yang bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru.
“Ketika olahraga, hiburan, dan kreativitas bersatu, dampaknya tak hanya terbatas di arena balap. Kebangkitan ekosistem ini juga menciptakan peluang kerja dan perekonomian yang berkelanjutan,” tambah Menteri Ekraf.
Pengembangan Tim dan Kolaborasi Industri
Dalam acara tersebut, Dewa United Motorsports memperluas partisipasinya ke enam bidang, termasuk slalom, gokart mesin dan listrik, drift, touring, sprint, serta rally. Riefky meninjau berbagai kegiatan seperti arena gokart dan simulasi Formula 4 virtual, menunjukkan keterlibatan langsung dalam perkembangan sektor ini.
Langkah ini memperkuat posisi motorsport Indonesia sebagai industri yang lebih terorganisasi dan kompetitif. Keterlibatan pelaku kreatif di bidang modifikasi kendaraan, desain livery, produksi acara, dan konten digital menjadi sorotan. Pemerintah juga mendorong modifikasi otomotif sebagai subsektor baru dalam Master Plan Ekonomi Kreatif Nasional.
CEO Dewa United dan Dukungan Lintas Sektor
CEO Dewa United Motorsports, Muliana Saleh, menjelaskan bahwa pengembangan tim musim ini tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membangun fondasi ekosistem motorsport nasional. “Kami bertujuan agar Dewa United menjadi bagian dari pertumbuhan industri, baik sebagai tim balap maupun sebagai pusat pengembangan bakat dan peluang baru,” ujarnya.
“Melalui sinergi ini, kita tidak hanya ingin meningkatkan nama Indonesia di kancah balap global, tetapi juga memastikan kompetitivitas di berbagai kategori serta pembinaan pembalap muda,” lanjut Muliana.
Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Lukman Djajadikusuma, menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari penguatan integrasi olahraga nasional dengan industri kreatif. “Motorsport memiliki potensi besar di Indonesia, tidak hanya dalam prestasi, tetapi juga sebagai elemen ekosistem yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, atau hexahelix,” katanya.
Kementerian Ekraf terus mendorong peningkatan ekosistem sportainment melalui kerja sama lintas bidang. Tujuannya adalah menciptakan nilai tambah serta menumbuhkan talenta dan peluang bisnis yang berkelanjutan bagi sektor kreatif Indonesia.