Kiper Muhammad Albagir semringah kembali perkuat timnas

Kiper Muhammad Albagir Senang Kembali Perkuat Timnas

Jakarta – Setelah sempat absen dari Timnas Indonesia, Muhammad Albagir kini merasa bahagia bisa kembali membela tim Merah-Putih. Pemain yang sempat tak masuk skuad sepanjang finalis Piala Asia Futsal 2026 awal tahun lalu ini, dulu ditinggalkan posisi kiper utama oleh Ahmad Habibie. “Pasti senang ya. Kalau sudah berapa lama… cuma, ya tetap masih ditarget yang sama, lolos dulu dari seleksi ini baru pikirkan yang selanjutnya,” ujar Albagir usai latihan di Jakarta, Rabu.

Albagir masuk dalam skuad sementara 19 pemain yang dipilih Hector Souto, pelatih yang mempersiapkan Timnas untuk Kejuaraan ASEAN Futsal 2026 di Thailand. Ia terakhir kali bermain untuk tim nasional dalam turnamen 4 Nation Series, saat menghadapi Jepang. Pada pertandingan melawan tim Sakura, Indonesia menang dengan skor 1-0.

“Yang pasti dengan pemain muda pasti dengan passion yang baru, kan? Passion yang bagus. Jadi apa yang dibawa ke tim ini, 100 ribu persen saya percayakan pada pelatih dan staf-stafnya,” kata Albagir.

Kali ini, Hector Souto menghadirkan beberapa wajah baru untuk memperkuat Timnas. Albagir mengapresiasi semangat para pemain yang lebih segar. “Jadi tugas saya cuma sebagai pemain yang baru sama, dengan mungkin cuma perbedaan umur aja dan nggak jauh juga. Jadi ya itu hal yang bagus buat Timnas untuk regenerasi ke depan,” tambahnya.

Saat menjauh dari Timnas, Albagir mengaku tidak perlu usaha khusus untuk tetap termotivasi. Hal ini disebabkan oleh rasa cintanya terhadap futsal. “Saya tidak pernah berhenti untuk… karena ini salah satu passion saya di kehidupan saya. Jadi ini saya nggak pernah berhenti di futsal. Apa yang harus diperbaharui dari saya, saya terus akan upgrade,” ujarnya.

Status Juara Bertahan

Indonesia tercatat sebagai juara bertahan dalam Kejuaraan ASEAN Futsal. Meski memiliki status tersebut, Albagir tidak merasa terbebani. “Tidak, bukan (beban), kalau buat saya, bukan jadi satu hal yang beban. Jadi satu hal yang mungkin harusnya kita tingkatkan bagaimana caranya untuk menunjukkan kalau level futsal Indonesia itu semuanya sama,” katanya.

“Beda ini sih ya. Kalau Vietnam tahu sendiri di AFF, di AFC, di SEA Games itu dengan intensitas yang tinggi. Kalau Thailand juga intensitas tinggi tapi nggak setinggi Vietnam, lebih ke taktikalnya. Jadi mungkin menghadapinya juga dengan cara yang berbeda,” ujar Albagir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *