Announced: Teheran: Tak ada ancaman yang bisa merusak peradaban Iran
Teheran: Tak ada ancaman yang bisa merusak peradaban Iran
Istanbul menjadi tempat pengumuman Iran bahwa peradaban mereka tidak terancam oleh ancaman apa pun. Pernyataan ini dikeluarkan oleh juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, sebagai respons terhadap ancaman dari Presiden AS Donald Trump. Trump mengancam akan mengebom infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika Teheran gagal membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tertentu.
Bangsa yang yakin pada kebenaran jalannya akan menggalang seluruh kapasitasnya untuk menjaga hak dan kepentingannya.
Iran menggarisbawahi bahwa keamanan nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Mereka berencana menangani situasi ini dengan hati-hati. Serangan terhadap Iran oleh Israel dan AS terjadi pada 28 Februari, memicu respons dari Teheran dengan menargetkan negara-negara di wilayah Teluk, seperti Israel, Yordania, Irak, serta lokasi militer AS.
Seluruh kawasan berada dalam kondisi siaga sejak serangan tersebut. Dalam balasan, Iran menggunakan pesawat nirawak dan rudal untuk menghancurkan aset militer AS. Serangan ini menimbulkan korban, merusak infrastruktur, dan mengganggu operasional penerbangan serta pasar global.
Trump menegaskan ancamannya pada waktu tertentu, yaitu pukul 20.00 EDT atau 07.00 pagi WIB. Iran menantang langkah tersebut dengan keyakinan pada kebenaran peradaban mereka. Pemerintah Iran berkomitmen untuk melindungi kepentingan nasionalnya, meski situasi terus memanas.