Dubes Iran: Kendali Selat Hormuz harus di tangan negara pesisir
Dubes Iran: Kendali Selat Hormuz harus di tangan negara pesisir
Kazem Jalali, Duta Besar Iran di Rusia, menegaskan bahwa negara-negara pesisir harus memiliki otoritas penuh dalam mengatur lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz. Ia menjelaskan bahwa jalur laut ini secara geografis berbatasan langsung dengan Iran dan Oman, serta berdekatan dengan Uni Emirat Arab.
“Langkah awal adalah menetapkan prinsip internasional bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz berada di bawah kendali eksklusif negara-negara pesisir,” kata Jalali kepada RIA Novosti pada Senin.
Jalali menambahkan bahwa Iran, seperti negara pesisir lainnya, berhak mengexport minyak secara bebas melalui jalur tersebut. Ia memperingatkan bahwa jika hak tersebut tidak diberikan, tidak ada pihak yang dapat mengexport minyak melalui selat itu. Selain itu, ia menyarankan kapal harus menggunakan nama geografis Teluk Persia agar diizinkan melintas.
Untuk kompensasi lintasan, Jalali mengusulkan adanya jaminan pembelian produk Iran dan mekanisme pembayaran di luar skema sanksi. Saat ini, Parlemen Iran sedang merancang sistem hukum baru guna mengatur lalu lintas dan kedaulatan di Selat Hormuz.
Langkah pembatasan lalu lintas kapal oleh Iran berlaku sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran yang dimulai 28 Februari 2026. Blokade ini telah menyebabkan kenaikan harga energi global, karena mengganggu jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar internasional.