Filipina akan bahas pengiriman minyak di Selat Hormuz dengan Iran
Filipina akan bahas pengiriman minyak di Selat Hormuz dengan Iran
Moskow
Pemerintah Filipina berencana menggelar diskusi diplomatik dengan Iran untuk memastikan aliran minyak yang lancar melalui Selat Hormuz, demikian diungkapkan juru bicara presiden, Claire Castro, melalui kantor berita PNA. Instruksi ini diberikan oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr. kepada Kementerian Luar Negeri, yang ditugaskan untuk memimpin upaya menjaga pasokan energi nasional.
Castro menyatakan, Presiden telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Tess Lazaro untuk bertemu dengan duta besar Iran. Pertemuan kemungkinan dijadwalkan pada hari Rabu atau awal pekan depan, menurut pernyataan Selasa (31/3).
Di akhir Februari, Serangan oleh AS dan Israel terhadap infrastruktur Iran, termasuk ibu kota Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Iran membalas dengan menargetkan Israel serta fasilitas militer AS di wilayah Timur Tengah. Peristiwa ini memicu penutupan de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan LNG ke pasar global.