Historic Moment: UE sampaikan belasungkawa atas gugurnya penjaga perdamaian RI

UE Mengucapkan Belasungkawa atas Kematian Tiga Anggota Kontingen RI di UNIFIL

Jakarta, Kamis – Uni Eropa (UE) menyampaikan dukungan dan belasungkawa kepada keluarga tiga penjaga perdamaian Indonesia yang gugur dalam operasi di Lebanon. Pernyataan ini juga ditujukan kepada Republik Indonesia serta semua pihak yang terkena dampak kehilangan tersebut.

Insiden di Lebanon Selatan Menewaskan Anggota UNIFIL RI

Menurut pernyataan resmi UE, mereka mengutip ucapan Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB yang menyatakan kecaman terhadap serangan yang mengakibatkan kematian tiga prajurit Indonesia. Kejadian ini terjadi pada 29 Maret, ketika Praka Farizal Rhomadhon tewas akibat tembakan artileri di Adchit Qusayr, Lebanon Selatan.

Hari berikutnya, dua anggota lain dari UNIFIL RI, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam serangan terhadap konvoi logistik di Bani Hayyan, daerah yang sama. Insiden tersebut meninggalkan dampak yang berat bagi keluarga dan masyarakat Indonesia.

Indonesia Meminta PBB Lakukan Penyelidikan Transparan

Perwakilan Tetap RI di PBB, Umar Hadi, pada Selasa (31/3) menuntut penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan terbuka atas serangan Israel yang menewaskan tiga anggota kontingen. Ia juga menegaskan kebutuhan Dewan Keamanan untuk mengawasi hasil penyelidikan dan menuntut tindakan hukum terhadap pelaku.

Indonesia mendesak semua pihak, termasuk Israel, menghentikan agresi dan mematuhi prinsip hukum internasional agar keselamatan personel PBB tetap terjaga. Dalam pernyataan resmi, UE menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan personel dan aset organisasi tersebut.

PBB Memastikan Penyelidikan Sedang Berjalan

Pada Rabu (1/4), PBB mengumumkan bahwa penyelidikan terhadap serangan yang menyebabkan kematian tiga anggota UNIFIL RI sedang dilakukan. Hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tidak dapat diterima dan harus dipertanggungjawabkan,” tegas Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric.

Dujarric menambahkan bahwa meskipun akses penyelidik ke lokasi terhambat karena situasi ketegangan, PBB tetap berkomitmen untuk mengungkap fakta secara jelas. Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, juga memastikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *