Important News: Krisis energi: Warga UE diminta WFH, kurangi kecepatan kendaraan
Krisis Energi: Warga UE Diminta WFH, Kurangi Kecepatan Kendaraan
London – Pada tengah krisis energi yang semakin memburuk, Uni Eropa (UE) mengeluarkan perintah untuk masyarakat di wilayahnya agar lebih banyak bekerja dari rumah (WFH) dan mengurangi kecepatan saat berkendara di jalan tol. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kenaikan tekanan harga global yang disebabkan oleh ketegangan di Timur Tengah.
Rekomendasi untuk Mengurangi Konsumsi Energi
Menurut Komisaris Energi UE, Dan Jorgensen, kondisi energi tidak akan kembali normal meski perdamaian tercapai segera. “Semakin banyak tindakan yang dapat dilakukan untuk menghemat penggunaan minyak, khususnya bahan bakar diesel dan jet, semakin baik,” katanya. Jorgensen menyarankan negara-negara anggota UE mengikuti panduan dari Badan Energi Internasional (IEA), seperti mengadopsi pola kerja jarak jauh dan menurunkan kecepatan maksimum kendaraan di jalan tol sebesar 10 km/jam.
“Bahkan jika perdamaian tercapai besok, kondisi tidak akan segera kembali normal,” kata Jorgensen, Selasa (31/3). “Lebih banyak upaya untuk mengirit minyak, terutama bahan bakar diesel dan jet, akan lebih baik.”
Di samping itu, Jorgensen menekankan pentingnya penggunaan transportasi umum, berbagi tumpangan, serta meningkatkan efisiensi dalam berkendara. Tindakan-tindakan ini diharapkan bisa meringankan tekanan pada pasokan energi yang terganggu akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta ketegangan di Selat Hormuz.
Pada 2 Maret, Iran mengumumkan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz dan mengancam menyerang kapal yang melintas tanpa izin. Selat tersebut menjadi jalur utama bagi sekitar 20 juta barel minyak per hari, sehingga gangguan di sana menyebabkan kenaikan harga minyak dan biaya pengiriman serta asuransi. Konflik AS-Iran dan ancaman terhadap kapal-kapal internasional memicu kelangkaan bahan bakar global, memperparah krisis yang sedang berlangsung.