Inggris tidak ikut blokade AS di Selat Hormuz
Inggris tidak ikut blokade AS di Selat Hormuz
Dari Istanbul, laporan media lokal menyebutkan bahwa Inggris tidak akan ikut dalam operasi blokade yang dilakukan AS terhadap Selat Hormuz. Pernyataan ini datang setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana membatasi akses pelayaran di wilayah strategis tersebut. Seorang pejabat pemerintah mengatakan bahwa Inggris tetap mempertahankan dukungan terhadap kebebasan navigasi dan kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
“Selat Hormuz tidak boleh dibebani tarif,” ujar pejabat pemerintah, menurut Sky News.
Pejabat tersebut menekankan pentingnya jalur tersebut bagi kebutuhan ekonomi global dan kehidupan sehari-hari rakyat Inggris. Dalam upaya menjaga kebebasan akses, Inggris dilaporkan sedang berkoordinasi intensif dengan Prancis serta negara-negara lain untuk mengumpulkan kekuatan bersama. Trump sebelumnya menyatakan bahwa Inggris akan mengirimkan kapal penyapu ranjau guna memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Langkah ini mencerminkan upaya Inggris untuk meminimalkan dampak blokade AS, sambil tetap menjaga hubungan diplomatik dan strategis dengan negara-negara tetangga. Meski AS berupaya mengontrol pergerakan kapal, Inggris menunjukkan komitmen untuk menjaga kepentingan perekonomian internasional melalui akses yang terbuka.