Iran: Ancaman AS serang fasilitas energi termasuk kejahatan perang
Iran: Ancaman AS terhadap Fasilitas Energi Dianggap sebagai Pengakuan Kejahatan Perang
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa ancaman dari Amerika Serikat (AS) untuk menyerang fasilitas energi Iran merupakan pengakuan terhadap tindakan kejahatan perang, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran yang dirilis melalui media Telegram, Minggu (5/4). Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Araghchi berbicara via telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.
Menurut pernyataan kementerian, Araghchi menyoroti ancaman AS sebagai bentuk pengakuan yang jelas terhadap perbuatan yang dianggap sebagai kejahatan perang. Ia meminta Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) segera mengecam serangan AS terhadap infrastruktur Iran, termasuk fasilitas industri, energi, pendidikan, medis, dan nuklir.
“Ancaman AS terhadap fasilitas energi Iran adalah pengakuan atas kejahatan perang,” kata Menlu Iran dalam pernyataan resmi.
Amerika Serikat dan Israel telah menargetkan Iran sejak 28 Februari, menyebabkan lebih dari 1.300 korban tewas, di antaranya Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Teheran membalas dengan meluncurkan pesawat tak berawak serta rudal ke arah Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Sebagai langkah pertahanan, Iran juga mengambil tindakan membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz. Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA