Key Issue: Pakar: RI harus terlibat selidiki serangan atas personel TNI di UNIFIL

Pakar: Indonesia Perlu Terlibat dalam Penyelidikan Serangan pada Personel TNI di UNIFIL

Jakarta – Profesor Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menyoroti pentingnya partisipasi Indonesia dalam penyelidikan serangkaian serangan yang menimpa anggota TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon. Ia mengatakan bahwa otoritas Indonesia harus ikut terlibat dalam proses investigasi tersebut, seperti diungkapkan saat merespons pertanyaan ANTARA di Jakarta, Selasa.

“Kita perlu mengikutsertakan otoritas kita ke dalam penyelidikan,” ujarnya, menanggapi langkah lanjutan yang harus diambil RI setelah personel TNI di UNIFIL menjadi korban serangan.

Dalam pernyataannya, Hikmahanto menekankan bahwa kehadiran Indonesia dalam menyelidiki insiden tersebut penting untuk menjaga kepentingan dan perspektif negara, baik jika perwakilan RI adalah perwira langsung di Lebanon maupun wakil yang berkoordinasi di tingkat PBB.

Serangan berulang kali yang menimpa UNIFIL, khususnya yang mengenai personel RI, menjadi peringatan tentang relevansi operasional pasukan tersebut dalam menjaga keamanan di Lebanon Selatan. Terlebih, gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel terus dilanggar oleh kedua pihak. Hal ini bisa menjadi dasar untuk meminta Dewan Keamanan PBB, yang memberikan mandat kepada UNIFIL, menghentikan operasi pasukan tersebut, menurut dia.

Menurut Hikmahanto, Indonesia tidak bisa menarik personelnya dari UNIFIL secara sepihak. “Karena pasukan kita sudah berada di bawah kendali operasional PBB, maka tidak bisa diintervensi,” jelasnya.

Insiden Serangan yang Terjadi

Dalam dua peristiwa sebelumnya, tiga prajurit TNI gugur, yaitu Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat tembakan artileri pada Minggu (29/3), disusul Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang tewas saat konvoi yang mereka kawal diserang pada Senin (30/3). Lima orang lainnya terluka dalam kejadian tersebut, termasuk Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Praka Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Kemudian pada Jumat (3/4), tiga personel penjaga perdamaian RI kembali menjadi korban akibat ledakan di El Addaiseh. Peristiwa ini merupakan insiden ketiga yang serius dalam beberapa hari terakhir, menambah jumlah prajurit TNI yang terluka hingga delapan orang saat menjalankan tugas di Lebanon sebagai bagian dari misi PBB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *