Key Issue: UNRWA serukan investigasi pembunuhan 390 staf PBB dalam konflik Gaza
UNRWA Serukan Investigasi Pembunuhan 390 Staf PBB dalam Konflik Gaza
Moskow – Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, yang masa kerja yang berakhir pada 31 Maret, dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, Selasa, mengajukan tuntutan penyelidikan atas pembunuhan 390 pekerja kemanusiaan selama konflik bersenjata di Jalur Gaza. Dia menyatakan bahwa dibutuhkan komisi khusus untuk menginvestigasi insiden tersebut.
Isu ini telah disampaikan oleh kantor Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, serta dibahas dalam dialog dengan negara-negara anggota PBB di New York, tambahnya. Lazzarini menambahkan bahwa penyelidikan belum dilakukan karena konflik masih berlangsung, meski ada perjanjian gencatan senjata.
Di sisi lain, lembaga tersebut hampir ditutup karena keterbatasan dana dan langkah-langkah yang diambil untuk melemahkan operasionalnya, yang berpotensi mengancam perlindungan hak-hak rakyat Palestina. UNRWA mencatat bahwa lebih dari 390 staf kemanusiaannya tewas sejak konflik terbaru di Gaza pada Oktober 2023.
Dalam konteks tersebut, undang-undang Israel yang melarang aktivitas UNRWA mulai berlaku pada Januari 2025. Otoritas Israel menyebutkan alasan ini sebagai dasar hukum, yakni keterlibatan sejumlah karyawan UNRWA dalam serangan 7 Oktober 2023 oleh militan Palestina, serta penggunaan infrastruktur lembaga tersebut untuk kegiatan militan.
“Saya percaya kita perlu membentuk komisi, sebuah panel ahli tingkat tinggi, untuk menyelidiki pembunuhan staf kita,” kata Lazzarini.
Sumber: Sputnik-OANA