Main Agenda: Berubah Sikap Trump soal Iran Bikin Putin Siap Turun Tangan

Berubah Sikap Trump Soal Iran Bikin Putin Siap Turun Tangan

Dilansir Al Jazeera, Jumat (3/4/2026), Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan kesiapannya untuk melibatkan diri dalam upaya menyelesaikan konflik Timur Tengah. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengubah pendirian dan menyatakan rencana untuk menghancurkan Iran.

Pertemuan dengan Menteri Mesir

Dalam pertemuan di Kremlin, Putin menyampaikan harapan bahwa perang antara AS dan Iran dapat segera berakhir. “Kita semua berharap konflik yang sedang berlangsung ini segera diselesaikan. Seperti yang Anda ketahui, Presiden Trump juga membahas masalah ini kemarin,” tuturnya, menurut siaran pers Rusia.

“Kepemimpinan rezim baru akan tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, cepat!”

Sejarah Konflik yang Membara

Konflik ini dimulai sejak 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Iran. Serangan terus berlanjut hingga kini, menyebabkan sedikitnya 1.340 korban jiwa, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.

Iran membalas dengan menargetkan infrastruktur Israel dan negara-negara Teluk yang menyimpan aset militer AS melalui rudal serta drone. Sebelumnya, Trump mengumumkan serangan terhadap Jembatan B1 di Karaj, yang menjadi simbol kekuatan Iran di wilayah tersebut.

Trump Ancam Serang Infrastruktur Iran

Dilansir Al Jazeera, Trump menyatakan rencana serangan lanjutan yang akan menghancurkan sisa-sisa infrastruktur Iran. “Militer kita, yang terhebat dan terkuat (jauh!) di mana pun di dunia, bahkan belum mulai menghancurkan apa yang tersisa di Iran. Jembatan selanjutnya, lalu pembangkit listrik!” katanya.

“Kepemimpinan rezim baru akan tahu apa yang harus dilakukan, dan harus dilakukan, cepat!”

Dampak Perang Bisa Seperti Pandemi

Menurut Putin, konsekuensi perang antara AS dan Iran mungkin sama seriusnya dengan dampak pandemi virus korona yang melumpuhkan dunia enam tahun lalu. “Konsekuensi dari konflik di Timur Tengah masih sulit diprediksi secara akurat,” ujarnya saat berbicara dengan para pemimpin bisnis di Moskow.

Putin mengatakan bahwa beberapa pihak telah membandingkan skenario ini dengan epidemi global. “Sudah ada perkiraan bahwa konsekuensinya dapat dibandingkan dengan pandemi virus korona,” tambahnya. Rusia menegaskan kesiapannya untuk stabilisasi wilayah Timur Tengah, termasuk mengembalikan kondisi ke normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *