Main Agenda: Iran: AS harus putuskan apakah akan bangun kepercayaan dengan Teheran
Iran: AS Harus Putuskan Apakah Akan Bangun Kepercayaan dengan Teheran
Penegasan Dalam Perundingan di Islamabad
Dalam sebuah pertemuan di Istanbul, Pemimpin DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyatakan bahwa keputusan Amerika Serikat menentukan apakah mereka dapat membangun kepercayaan dengan Teheran. Qalibaf, yang memimpin delegasi Iran pada perundingan hari Sabtu di Islamabad, menekankan bahwa negara ini akan menggabungkan diplomasi dengan kekuatan untuk memastikan hak-haknya terlindungi.
Di platform media sosial X pada hari Minggu, ia mengatakan bahwa Teheran memasuki perundingan dengan niat baik, tetapi tetap berhati-hati karena pengalaman dari dua perang sebelumnya. “Sekarang terserah Amerika Serikat untuk memutuskan apakah mereka dapat meraih kepercayaan kami,” katanya dalam
pernyataan yang diunggah ke media sosial.
Qalibaf menambahkan bahwa Iran akan terus berupaya dalam diplomasi sambil mempertahankan langkah-langkah melindungi kepentingan nasionalnya.
Kesepakatan yang Belum Dicapai
Perundingan di Islamabad berakhir setelah beberapa sesi diskusi dan pertukaran proposal, tetapi gagal mencapai titik temu. Delegasi Iran dan AS meninggalkan kota tersebut dengan perbedaan utama yang belum terselesaikan, serta mengisyaratkan bahwa upaya diplomasi lanjutan diperlukan.
Qalibaf menyampaikan apresiasi terhadap peran Pakistan dalam memfasilitasi negosiasi tersebut. Meski tidak mencapai kesepakatan, ia menegaskan bahwa Iran telah mengajukan proposal-proposal yang berorientasi ke depan. Namun, AS tetap gagal membangun kepercayaan Teheran.
Konteks Agresi Militer AS-Israel
Perundingan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengakhiri serangan militer AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari. Proses ini berlangsung di bawah gencatan senjata rapuh selama dua minggu, yang diinisiasi awal pekan ini. Qalibaf menyoroti bahwa kepercayaan antara kedua pihak tetap menjadi tantangan utama dalam menyelesaikan konflik tersebut.