Main Agenda: Kemlu: Kerja sama ekonomi RI-Uni Eropa tak lupakan aspek HAM

Kemlu: Kerja Sama Ekonomi RI-Uni Eropa Jangan Lupa Perhatikan Aspek HAM

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia terus berupaya memperkuat kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa sambil menjaga komitmen pada pengembangan Hak Asasi Manusia (HAM). Dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Sabtu, Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl A. Mulachela menjelaskan bahwa dialog yang terbuka dan saling menghormati menjadi fondasi untuk meningkatkan pemahaman antar pihak. “Kerja sama ekonomi dan peningkatan HAM adalah dua aspek yang saling melengkapi, perlu dikembangkan secara bersamaan,” tegas Nabyl.

Dialog HAM RI-Uni Eropa Gelar Pertemuan ke-11 di Yogyakarta

Dialog HAM antara Indonesia dan Uni Eropa terakhir diadakan di Yogyakarta pada 11 Februari 2026. Acara tersebut dipandu oleh Direktur HAM dan Migrasi Kemlu serta Kepala Divisi Asia Tenggara Dinas Luar Negeri Eropa (EEAS). Hadir pula Duta Besar Indonesia untuk Belgia merangkap Uni Eropa, Andy Rachmianto, seperti yang dinyatakan KBRI Brussels.

“Dialog ini diharapkan mendorong kemitraan yang seimbang dan konstruktif, dengan fokus pada peningkatan nilai-nilai HAM secara bersamaan,” kata Dubes Andy Rachmianto.

Kerja sama ekonomi dan HAM menjadi isu utama dalam pertemuan tersebut. Dalam dialog, para peserta membahas praktik baik pemajuan serta perlindungan HAM di Indonesia dan kawasan Eropa. Selain itu, forum ini juga meninjau dampak dinamika global terhadap isu-isu strategis.

Kemlu menegaskan bahwa dialog HAM RI-Uni Eropa berperan penting dalam memperkuat koordinasi antara kedua belah pihak. Upaya ini diharapkan mendorong keterlibatan lebih dalam dalam isu-isu seperti hak politik, ekonomi, dan sosial. Dengan pendekatan ini, Indonesia optimis dapat mencapai hasil yang berkontribusi pada peningkatan kualitas kerja sama bilateral.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *