New Policy: ASEAN sambut usulan ADB bentuk dana khusus Rp512 triliun
ASEAN Sambut Usulan ADB Bentuk Dana Khusus Rp512 Triliun
Jakarta – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengapresiasi rencana Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk mengelola dana khusus senilai 30 miliar dolar AS (Rp512,6 triliun) selama periode 2026 hingga 2030. Pernyataan bersama dari pertemuan ke-13 Dewan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (AFMGM) pada hari Sabtu menyatakan bahwa fasilitas ini dirancang untuk mendorong pelaksanaan Rencana Sektoral Keuangan ASEAN 2026-2030 serta mendukung Visi Komunitas ASEAN 2045, yaitu “ASEAN yang Tangguh, Inovatif, Dinamis, dan Berpusat pada Rakyat”.
Dana tersebut juga bertujuan mempercepat pembangunan ASEAN yang makmur, inklusif, dan berkelanjutan. Fokus utama meliputi peningkatan keberlanjutan, transformasi digital, serta peningkatan ketahanan regional terhadap berbagai tantangan seperti perubahan geopolitik, pandemi, dan bencana alam. Menurut pernyataan itu, akses ke dana ini akan dipimpin oleh negara-negara anggota, selaras dengan rencana pembangunan nasional masing-masing, kerangka keberlanjutan utang, dan sistem manajemen keuangan publik, sambil menghindari risiko kerentanan utang yang tidak perlu.
“Kami menggarisbawahi bahwa akses ke fasilitas ini akan dipimpin oleh negara anggota dan selaras dengan rencana pembangunan nasional masing-masing negara anggota, kerangka kerja keberlanjutan utang, dan sistem manajemen keuangan publik, serta akan menghindari terciptanya kerentanan utang yang tidak semestinya,”
Selain itu, dana Infrastruktur ASEAN (AIF) diharapkan mampu menarik sumber daya tambahan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur kawasan melalui pendanaan kuat selama 2026-2030. Proyek yang ditargetkan mencakup 30 proyek regional senilai 19,4 miliar dolar AS (Rp331,5 triliun). Dana ini juga akan memperkuat kerja sama dengan berbagai donor dan lembaga keuangan internasional.
RCF Energi untuk Mendukung ASEAN Power Grid
Pada 7 April 2026, ADB meluncurkan Dana Konektivitas Regional (RCF) Energi di Asia Tenggara sebagai langkah untuk membiayai persiapan proyek kritis dalam bidang energi dan transmisi lintas batas di ASEAN, dengan tujuan mencapai operasi penuh dari ASEAN Power Grid pada tahun 2045. RCF akan mempercepat persiapan proyek dengan memberikan bantuan teknis dan dana bantuan untuk kesiapan proyek, yang mencakup studi kelayakan, desain teknik, penataan keuangan, serta evaluasi pengamanan.
Dana yang dikelola ADB ini juga akan mendanai kegiatan seperti konsultasi kebijakan, peningkatan regulasi, pelatihan kapasitas, dan pertukaran pengetahuan untuk memperkuat lingkungan yang mendukung ASEAN Power Grid. Pada April 2025, ADB menyetujui komitmen sebesar 10 miliar dolar AS (Rp170,8 triliun) selama 10 tahun ke depan untuk membiayai ASEAN Power Grid serta investasi terkait, seperti mempercepat k