New Policy: D8: Pakistan, Turki, Mesir terlibat aktif dalam upaya mediasi TimTeng

D8: Pakistan, Turki, Mesir Aktif dalam Mediasi Iran dan AS

Istanbul, Anadolu – Sekretaris Jenderal D-8, Sohail Mahmood, menyatakan bahwa negara-negara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir turut serta dalam upaya mediasi untuk mengurangi perang Iran. Dalam wawancara dengan Anadolu, ia menegaskan bahwa anggota-anggota tersebut mempromosikan solusi perdamaian yang berkelanjutan. Mahmood juga menggarisbawahi pentingnya gencatan senjata, mengatakan bahwa negara-negara anggota memiliki tanggung jawab historis dalam dialog yang dijadwalkan antara AS dan Iran.

“Diplomasi di belakang layar selama beberapa minggu telah menciptakan peluang kritis untuk menghindari kehancuran lebih lanjut,” kata Mahmood. “Kami berharap pembicaraan di Islamabad dapat berbuah perdamaian yang stabil, meskipun risiko tetap tinggi, khususnya bagi pasar energi global dan ekonomi yang bergantung pada pasokan minyak Teluk.”

D-8 adalah organisasi kerja sama ekonomi yang didirikan pada 1997 oleh delapan negara berkembang, termasuk Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan resmi bergabung sebagai anggota kesembilan pada Desember 2024. Indonesia menjabat sebagai ketua D-8 untuk periode 2026–2027 dengan tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”

Lima prioritas utama Indonesia sebagai ketua meliputi penguatan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, transisi ke ekonomi hijau, peningkatan konektivitas digital, serta reformasi dalam struktur organisasi. Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa agenda ketuaan tetap berjalan meski KTT D-8 yang dijadwalkan April ini ditunda. “Kami mencari waktu yang paling tepat untuk melanjutkan prioritas yang telah direncanakan, sambil terus memantau dinamika global,” jelas Vahd Nabyl A. Mulachela, juru bicara Kemlu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *