New Policy: Negosiasi AS-Iran belum capai kesepakatan, Selat Hormuz jadi sorotan

Negosiasi AS-Iran belum mencapai titik temu, Selat Hormuz jadi pembahasan utama

Perundingan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terus berlangsung, tetapi belum menghasilkan hasil yang memuaskan. Isu Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang memicu perbedaan pendapat antara kedua pihak. Wakil Presiden AS J.D. Vance mengungkapkan bahwa delegasi AS tidak berhasil menemukan kesepakatan setelah bertemu langsung dengan Iran di Islamabad. Ia menyatakan bahwa dirinya kembali ke AS tanpa membawa keputusan bersama.

Perundingan berlanjut pada hari kedua, Minggu (12/4), di tengah ketegangan yang semakin menguatkan. Gencatan senjata sementara yang disepakati pekan lalu antara AS dan Iran dinilai tidak stabil, terutama karena Israel masih melakukan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon, yang didukung Iran. AS mengklaim bahwa gencatan senjata tersebut tidak mencakup tindakan Israel.

Iran diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, yang menekankan bahwa perbedaan pandangan mengenai pembukaan Selat Hormuz menjadi hambatan utama dalam negosiasi. Media Iran melaporkan bahwa status jalur strategis ini belum menemukan titik kesepakatan. Seorang pejabat Iran, dalam wawancara dengan CNN, mengatakan bahwa kondisi Selat Hormuz tidak akan berubah kecuali AS dan Iran mencapai “kerangka bersama” untuk melanjutkan pembicaraan.

“Status Selat Hormuz tidak akan berubah kecuali Iran dan AS sepakat untuk melanjutkan negosiasi,” ujar pejabat Iran tersebut.

Penutupan efektif jalur oleh Iran telah memengaruhi pasar energi global, menyebabkan kenaikan harga minyak dan gas alam cair. Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk pengangkutan komoditas ke Asia dan wilayah lain, mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dalam kondisi normal. Presiden AS Donald Trump menekankan kebutuhan Iran untuk memastikan kelancaran pelayaran kapal melalui jalur tersebut.

Di tengah proses negosiasi, militer AS mengklaim bahwa dua kapal perusak telah melewati Selat Hormuz sebagai persiapan operasi pembersihan ranjau. Namun, Iran membantah klaim ini, menyatakan bahwa ranjau yang dipasang oleh Korps Garda Revolusi Islam tetap menjadi ancaman utama bagi kapal tanker, bahkan jika blokade mereka diakhiri. Vance didampingi oleh Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Trump, sementara dari pihak Iran hadir Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *