New Policy: Wapres AS sebut perang melawan Iran akan segera berakhir

Wakil Presiden AS Beri Perkiraan Akhir Perang dengan Iran

Di Budapest, Hongaria, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa konflik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran akan segera berakhir setelah Washington mencapai sebagian besar tujuan militer yang ditetapkan. “AS telah mencapai tujuan militer utamanya. Meskipun ada beberapa hal yang masih ingin kami lakukan, seperti yang berkaitan dengan kemampuan Iran dalam produksi senjata,” katanya pada Selasa (7/4).

Vance menegaskan bahwa batas waktu yang diberikan oleh Presiden AS Donald Trump terkait operasi militer terhadap Iran telah dipenuhi. “Trump menegaskan secara tegas: kami tidak akan menyerang fasilitas energi atau infrastruktur Iran hingga mereka mengirimkan proposal yang bisa kami dukung atau tidak mengirimkan proposal sama sekali,” ujarnya. “Namun, beliau memberi mereka waktu hingga Selasa pukul 20.00 malam. Jadi, insiden di Pulau Kharg tidak menunjukkan perubahan strategi atau keputusan baru dari presiden,” tambahnya.

“Dan beliau (Trump) mengatakan dengan sangat jelas: kami tidak akan menyerang fasilitas energi dan infrastruktur sampai Iran mengajukan proposal yang dapat kami dukung atau tidak mengajukan proposal sama sekali,”

Ketegangan di wilayah Timur Tengah terus memanas sejak AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menewaskan setidaknya 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai respons, Teheran membalas dengan serangan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara di Teluk yang menyimpan aset militer AS.

Perang balik Iran menyebabkan korban jiwa, kerusakan terhadap infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan kegiatan penerbangan. Serangan tersebut merupakan bentuk pertahanan diri, menurut laporan resmi dari Teheran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *