Official Announcement: PBB: Kematian penjaga perdamaian di Lebanon disebabkan tembakan Israel

PBB: Kematian Penjaga Perdamaian di Lebanon Disebabkan Tembakan Israel

Menurut juru bicara PBB, Stephane Dujarric, insiden pertama yang mengakibatkan kematian seorang anggota UNIFIL di Lebanon terjadi karena peluru tank Israel. Berdasarkan bukti yang ditemukan, seperti analisis lokasi dampak, terdapat pecahan proyektil di posisi PBB yang dikenal sebagai 7-1, terkait peristiwa 29 Maret 2026.

“Proyektil tersebut merupakan peluru senjata utama tank 122 milimeter yang ditembakkan oleh tank Merkava oleh pasukan pertahanan Israel,” kata Dujarric, Selasa (7/4).

Insiden kedua terjadi pada 30 Maret, saat dua penjaga perdamaian Indonesia tewas akibat ledakan alat peledak improvisasi (IED) yang dipasang kawat pemicu. Kelompok Hizbullah kemungkinan besar mengatur penempatan IED di dekat Bani Haiyyan.

Perang antara Israel dan Hizbullah memanas sejak 2 Maret, ketika Lebanon meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel. Serangan ini terjadi sekaligus saat militer AS dan Israel melakukan operasi terhadap Iran. Sebagai balasan, Israel menggelar serangan besar-besaran ke Lebanon, termasuk daerah selatan seperti Lembah Beqaa dan pinggiran Kota Beirut.

Operasi darat Israel di Lebanon selatan secara resmi diluncurkan 16 Maret. UNIFIL mencatat kematian satu penjaga perdamaian Indonesia pada 29 Maret setelah proyektil mengenai posisinya di Aadchit El Qsair. Keesokan harinya, dua anggota Indonesia lainnya tewas setelah kendaraan mereka hancur karena ledakan tak diketahui penyebabnya di dekat Bani Haiyyan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *