Serangan AS-Israel Bikin Ratusan Ribu Rumah hingga Sekolah di Iran Rusak
Serangan AS-Israel Bikin Ratusan Ribu Rumah hingga Sekolah di Iran Rusak
Sejumlah hampir 140.000 unit rumah di Iran mengalami kerusakan akibat serangan udara AS-Israel. Ratusan gedung fasilitas kesehatan serta sekolah juga menjadi korban serangan tersebut.
Kerusakan pada Fasilitas Kesehatan dan Sekolah
Dilaporkan oleh CNN, Jumat (3/4/2026), Bulan Sabit Merah menyatakan bahwa setidaknya 316 fasilitas kesehatan, layanan medis, dan darurat (EMS) terkena dampak. Angka ini diperparah oleh kerusakan pada 763 sekolah dan 18 kantor organisasi tersebut.
Peran Anjing Pelacak dalam Operasi
Sejak perang dimulai, anjing pelacak telah terlibat dalam 693 misi pencarian dan penyelamatan. Mereka berhasil menemukan korban luka serta mayat yang tersembunyi di bawah reruntuhan selama beberapa operasi.
Situs Budaya yang Terkena Serangan
Sebelumnya, pihak Iran mengungkapkan bahwa serangan AS dan Israel telah menyebabkan kerusakan pada lebih dari 100 museum dan situs budaya. Situs-situs bersejarah juga tidak terlepas dari dampak tersebut.
“Setidaknya 120 museum, bangunan bersejarah, dan situs budaya di berbagai provinsi menjadi sasaran langsung serta mengalami kerusakan struktural yang serius,” ujar Ahmad Alavi, kepala komite warisan budaya Dewan Kota Teheran, menurut laporan AFP, Jumat (27/3).
Pembalasan Iran dan Korban Meninggal
Dalam pernyataan yang dikutip televisi pemerintah Iran, Alavi menyoroti kerusakan yang terjadi di Istana Golestan, yang terdaftar di Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Situs lain seperti Istana Saadabad, Istana Marmer, dan rumah Teymourtash—yang juga disebut Museum Perang—terkena dampak serangan.
Serangan udara gabungan antara AS dan Israel telah berlangsung sejak 28 Februari, dan terus berlanjut hingga kini. Total sedikitnya 1.340 orang tewas akibat rangkaian serangan tersebut, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang menyimpan aset militer AS. Serangan ini memperparah kerusakan di sektor kehidupan sehari-hari dan budaya negara tersebut.