Solving Problems: Iran-AS fokus rundingkan Selat Hormuz, sanksi, nuklir dan konflik

Iran-AS Fokus Rundingkan Selat Hormuz, Sanksi, Nuklir, dan Konflik

Rapat antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung di Islamabad menyoroti sejumlah isu penting, seperti pengelolaan Selat Hormuz, isu nuklir, pemulihan akibat perang, pencabutan sanksi, serta penyelesaian konflik di wilayah secara menyeluruh, laporan Reuters mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei. Menurut baghaei, keberhasilan pertemuan ini bergantung pada keseriusan niat AS, penolakan terhadap “maksimalisme”, dan pengakuan atas hak-hak Iran.

“Kesuksesan pembicaraan di Islamabad tergantung pada niat AS yang tulus, penolakan terhadap maksimalisme, serta pengakuan terhadap hak-hak Iran,” kata Baghaei.

Sementara itu, pihak Pakistan mengusulkan patroli bersama di Selat Hormuz kepada AS dan Iran, laporan Al Jazeera mengutip sumber diplomatik di pemerintahan Pakistan. Usulan tersebut mencakup penataan lalu lintas laut yang melibatkan patroli bersama dari kedua negara.

Anggota Delegasi

Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan kehadiran Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati. Di sisi lain, delegasi AS diwakili oleh Wakil Presiden J.D. Vance, ditambah utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu presiden, Jared Kushner.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *