Solving Problems: Trump ancam tingkatkan serangan ke Iran, China minta hentikan perang

Trump Ancam Tingkatkan Serangan ke Iran, China Minta Hentikan Perang

China Tekankan Pentingnya Dialog untuk Menyelesaikan Konflik

Beijing menjadi sorotan setelah pemerintah Tiongkok kembali menyerukan penghentian operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di kota tersebut, Kamis, menyatakan bahwa pendekatan militer tidak mampu menyelesaikan akar masalah. Ia menekankan bahwa memperparah pertikaian akan merugikan semua pihak dan meminta para pelaku konflik untuk segera menghentikan serangan.

“Meningkatkan konflik tidak bermanfaat bagi siapa pun. Kami berharap pihak-pihak yang berseterang bisa segera menyelesaikan operasi militer,” kata Mao Ning.

Ketegangan telah memuncak sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran yang mengakibatkan kematian lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Iran membalas dengan menyerang drone dan rudal ke Israel serta negara-negara Teluk yang memegang aset militer AS. Sebanyak 13 anggota militer AS tewas dan sekitar 303 lainnya cedera sejak operasi dimulai.

Trump Yakin Tujuan Militer AS Telah Hampir Tercapai

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa negara itu hampir menyelesaikan sasaran militer di Iran. Dalam pidatonya tentang Operasi Epic Fury, Rabu (1/4), Trump menyatakan rencana untuk menyerang Iran lebih keras dalam beberapa minggu ke depan.

“Kami akan menyerang mereka sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” ujar Trump.

Dalam upaya menghindari krisis, Trump mengancam akan menyerang seluruh pembangkit listrik Iran jika tidak ada kesepakatan. Ia juga menegaskan bahwa AS tidak lagi mengimpor minyak dari Selat Hormuz dan akan menghentikan praktik tersebut di masa depan.

Pemulihan Perdamaian Jadi Prioritas Global

Mao Ning menyoroti bahwa Selat Hormuz dan perairan sekitarnya merupakan jalur utama perdagangan internasional untuk barang dan energi. Ia menambahkan bahwa stabilitas di wilayah tersebut sangat krusial bagi keamanan energi global.

“Hanya dengan mengakhiri aksi militer dan memulihkan perdamaian, jalur pelayaran bisa kembali lancar. Komunitas internasional perlu bekerja sama untuk mengurangi ketegangan,” tegas Mao Ning.

Ia menegaskan bahwa akar penyebab gangguan di Selat Hormuz berasal dari operasi militer ilegal AS-Israel terhadap Iran. Mao Ning juga mengingatkan bahwa perlu dialog dan negosiasi untuk mencegah dampak lebih besar terhadap perekonomian dan keamanan dunia.

Iran Tolak Tuduhan Gencatan Senjata

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah bahwa Teheran meminta henti perang kepada AS. Menurut Menlu Iran, Abbas Araghchi, komunikasi dengan AS hanyalah pertukaran pesan terbatas, baik secara langsung maupun melalui perantara di kawasan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *