Tentara Israel hancurkan kamera pengawas markas UNIFIL

Tentara Israel hancurkan kamera pemantau markas UNIFIL

Istanbul, 4 April — Juru bicara Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), Kandice Ardiel, mengungkapkan bahwa tentara Israel telah menghancurkan seluruh kamera pemantau yang menghadap markas pasukan penjaga perdamaian PBB di Naqoura, Lebanon selatan, pada Sabtu (4/4). Ardiel menyebutkan bahwa tindakan ini terjadi sejak Jumat lalu, ketika Israel melakukan penghancuran terhadap kamera-kamera yang berperan dalam menjaga keamanan personel militer dan sipil di lokasi tersebut.

Keprihatinan atas tindakan Israel

UNIFIL menyatakan kekhawatiran serius terhadap langkah Israel dan berencana mengajukan protes resmi. Ardiel menekankan bahwa tentara Israel memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan serta keamanan personel PBB dan menghormati fasilitas milik organisasi tersebut.

“Kami meminta tentara Israel untuk bertindak sesuai tanggung jawabnya dalam melindungi personel PBB dan menjaga keutuhan fasilitas yang berada di bawah pengawasan kami,” kata Ardiel.

Korban dan konteks operasi

Dalam pernyataan terpisah, Ardiel mengonfirmasi bahwa tiga penjaga perdamaian PBB dari Indonesia terluka akibat ledakan yang terjadi di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon selatan. Dua di antaranya mengalami cedera parah. Pasukan UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan sejak tahun 1978, dengan peningkatan cakupan berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 setelah perang antara Israel dan Hizbullah meletus pada 2006.

Israel telah meluncurkan serangan udara dan operasi darat di wilayah tersebut sejak serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024. Otoritas Lebanon mencatatkan jumlah korban yang mencapai 1.422 jiwa tewas dan 4.294 lainnya terluka akibat serangan dari pihak Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *