Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump
Warga Iran Bikin ‘Perisai Manusia’ di Pembangkit Listrik Hadapi Ancaman Trump
Sejumlah penduduk Iran membentuk barisan manusia di dekat fasilitas energi sebagai bentuk respons terhadap ancaman dari Presiden AS Donald Trump. Tindakan tersebut diungkapkan melalui video yang diupload oleh kantor berita Fars Iran, yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran.
Pembangkit Listrik Kazerun dan Serangan AS-Israel
Fasilitas pembangkit listrik Kazerun atau Kazeroon, berlokasi di provinsi Fars barat daya, dikenal sebagai pusat produksi berbahan bakar gas alam. Lokasinya strategis dekat dengan Teluk Persia. Serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026, menurut laporan Al-Jazeera.
Dilansir CBS News, Selasa (7/4/2026), sejumlah warga terlihat berdiri di sekitar pembangkit listrik. Video yang telah diverifikasi oleh CBS News Confirmed menunjukkan ratusan orang mematuhi seruan pejabat Iran untuk bertindak sebagai perisai manusia.
Respons Iran dan Kerusakan Akibat Serangan
Setelah mengalami serangan AS-Israel, Iran membalas dengan menargetkan Israel dan fasilitas militer AS di wilayah Teluk. Menurut data yang disebutkan, setidaknya 13 tentara AS dan 200 orang lainnya cedera. Di Israel, 26 korban tewas, sementara 7.183 warga terluka di negara-negara lain.
Selain itu, Iran menutup Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak global, sebagai tindakan ekonomi. Langkah ini menyebabkan kenaikan signifikan harga minyak dunia.
Perintah Trump dan Tenggat Waktu
Trump menetapkan batas waktu bagi Iran untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata. Jika tidak, negara itu akan menghadapi serangan besar-besaran terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur vital. Ia menuntut Teheran melepaskan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.
Deadline yang ditetapkan pada Selasa (7/4) malam, sekitar pukul 20.00 Eastern Time AS, setara dengan Rabu (8/4) pagi, sekitar pukul 03.30 waktu Iran. Permintaan ini ditolak oleh sekutu AS.
Para warga yang membentuk perisai di depan pembangkit listrik terlihat membawa bendera Iran dan berdiri sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah. Tindakan tersebut mencerminkan ketegangan yang meningkat setelah serangan AS-Israel.